MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Sebuah fenomena menarik terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di mana sebuah kawasan di Gunung Tugel menyandang julukan kontroversial. Kawasan tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan yang cukup dramatis.

Julukan 'kampung mati' ini melekat kuat pada area yang secara administratif berada di wilayah Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja. Nama tersebut seringkali disematkan oleh warga setempat karena kondisi visual yang tampak sunyi.

Saat memasuki area tersebut, pengunjung akan disambut oleh pemandangan yang didominasi oleh hamparan rumput ilalang yang menjulang tinggi. Vegetasi liar ini seolah menjadi pembatas alami sejak dari titik masuk kawasan tersebut.

Lokasi spesifik dari apa yang disebut 'kampung mati' ini terletak strategis di tepi jalan alternatif. Jalan ini sendiri berfungsi sebagai penghubung vital antara pusat kota Purwokerto menuju Banyumas.

Kesan awal yang muncul dari kawasan tersebut adalah suasana yang terbengkalai dan minim perawatan. Kondisi ini diperkuat oleh minimnya penampakan permukiman warga di sekitar area tersebut.

Namun, di balik citra yang nampak seolah ditinggalkan penghuninya, realitas di dalamnya menunjukkan dinamika yang berbeda. Aktivitas di dalam 'kampung' tersebut ternyata tidak sepenuhnya berhenti atau 'mati'.

"Nama 'kampung mati' kerap disematkan warga kepada kawasan Gunung Tugel yang ada di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja," demikian pernyataan yang dilansir dari warga sekitar mengenai julukan tersebut.

Warga setempat menggambarkan bahwa desa tersebut dikelilingi rumput ilalang sejak dari pintu masuk, memberikan kesan visual yang menyerupai daerah tak berpenghuni. Hal ini memperkuat narasi publik tentang status kawasan itu.

Meskipun demikian, fakta di lapangan menunjukkan adanya kehidupan yang terus berlangsung di balik tampilan luar yang terbengkalai tersebut. Aktivitas di dalam kawasan tersebut nyatanya tidak benar-benar terhenti total.