MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah strategis besar dalam meningkatkan kapasitas layanan infrastruktur di kota suci Makkah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan jumlah jamaah yang terus memadati kota tersebut setiap tahunnya.
Inisiatif ini mencakup pembangunan fasilitas bandara baru yang modern serta pengembangan sistem transportasi massal berupa metro di kawasan Makkah dan sekitarnya. Tujuan utama dari megaproyek ini adalah mempermudah dan memperlancar mobilitas para peziarah.
Pengumuman resmi mengenai persetujuan rencana pembangunan ini disampaikan langsung oleh pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas pengembangan wilayah suci tersebut. Hal ini menandakan keseriusan Kerajaan dalam membenahi aspek logistik ibadah.
Saleh Al-Rasheed, selaku CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekah dan Tempat-Tempat Suci (RCMC), membeberkan detail mengenai proyek ambisius ini kepada publik. Informasi ini diungkapkannya dalam sesi wawancara eksklusif.
"Arab Saudi telah menyiapkan dan menyetujui rencana bangunan bandara dan sistem metro baru untuk memudahkan perjalanan para jamaah ke Makkah," ujar Saleh Al-Rasheed.
Wawancara tersebut dipublikasikan melalui media terkemuka, Harvard Business Review Arabia, memberikan kredibilitas lebih pada informasi perkembangan infrastruktur ini. Ini menjadi sorotan utama dalam diskusi mengenai pengembangan kota suci.
Dilansir dari euronews, kabar ini mencuat pada hari Jumat, tanggal 3 April 2026. Tanggal ini menandai dimulainya fase perencanaan detail untuk implementasi proyek besar tersebut.
Sebagai bagian integral dari proyek ini, Komisi Kerajaan (RCMC) akan mengambil peran sentral dalam koordinasi pembangunan. RCMC adalah entitas pemerintah yang berfokus pada pengembangan, perencanaan, dan penyediaan layanan di Makkah.
Komisi Kerajaan direncanakan untuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak dari sektor swasta. Kolaborasi ini diperlukan untuk merumuskan model investasi yang paling tepat dan berkelanjutan bagi proyek skala besar tersebut.