Ekosistem bullion di Indonesia mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh inovasi di sektor keuangan, peningkatan kesadaran masyarakat akan emas, dan dukungan kebijakan pemerintah yang strategis. Pertumbuhan ini tidak hanya tercermin dari peningkatan volume perdagangan emas fisik, tetapi juga dari ekspansi layanan keuangan berbasis emas seperti tabungan emas, cicilan emas, dan gadai emas digital. Lembaga jasa keuangan memainkan peran sentral dalam menggerakkan momentum ini, dengan PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi dua pemain kunci yang mencatat pertumbuhan eksponensial dalam operasional bisnis emas mereka.

Pegadaian: Pionir dalam Mengembangkan Ekosistem Bullion yang Inklusif

PT Pegadaian, sebagai lembaga keuangan yang telah lama dikenal dengan layanan gadai emasnya, telah berhasil melakukan diversifikasi dan modernisasi bisnisnya untuk mengakomodasi permintaan pasar yang terus berkembang. Peluncuran kegiatan usaha bullion oleh Pegadaian telah menjadi katalisator pertumbuhan yang signifikan, menarik jutaan nasabah baru dan meningkatkan volume tabungan emas secara dramatis.

Data menunjukkan bahwa jumlah nasabah Pegadaian melonjak dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari setelah diperkenalkannya layanan bullion. Peningkatan ini mencerminkan daya tarik emas sebagai aset investasi yang aman dan likuid, serta efektivitas strategi pemasaran dan jangkauan Pegadaian yang luas. Selain itu, pertumbuhan jumlah nasabah juga menunjukkan bahwa Pegadaian berhasil menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani oleh lembaga keuangan formal, memberikan akses yang lebih inklusif ke investasi emas.

Seiring dengan peningkatan jumlah nasabah, volume tabungan emas masyarakat yang dikelola oleh Pegadaian juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dalam periode yang sama, tabungan emas meningkat dari 10,5 ton menjadi 19,25 ton. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada emas sebagai instrumen investasi jangka panjang dan memilih Pegadaian sebagai mitra terpercaya untuk mengelola aset emas mereka.

Secara keseluruhan, hingga Februari 2026, Pegadaian mencatat total kelolaan lini bisnis emas mencapai 147,8 ton, termasuk captive gadai sebesar 94 ton. Sementara itu, total kelolaan kegiatan usaha bullion mencapai 40,59 ton atau sekitar Rp102 triliun. Angka-angka ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pemain utama dalam ekosistem bullion nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan.

BSI: Memperkuat Ekosistem Bullion Syariah dengan Inovasi Digital

Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, juga memainkan peran penting dalam mengembangkan ekosistem bullion yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. BSI menawarkan berbagai produk dan layanan berbasis emas, termasuk cicil emas, gadai emas syariah, dan tabungan emas, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Muslim.

Pertumbuhan kelolaan emas BSI mencerminkan meningkatnya permintaan akan produk dan layanan keuangan syariah yang berbasis emas. Total kelolaan emas BSI yang mencakup cicil emas, gadai emas, dan tabungan emas meningkat dari 16,85 ton pada Januari 2025 menjadi 22,5 ton pada Februari 2026. Peningkatan ini menunjukkan bahwa BSI berhasil menarik nasabah yang mencari alternatif investasi yang sesuai dengan nilai-nilai agama mereka.