Jakarta – Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global yang semakin mengkhawatirkan, Presiden terpilih Prabowo Subianto mengambil langkah proaktif dengan mengumpulkan para pelaku usaha terkemuka Indonesia di Istana Negara. Pertemuan penting yang juga dihadiri oleh dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), ini menjadi simbol persatuan dan tekad bersama untuk menghadapi tantangan ekonomi yang ada di depan mata.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa malam, 3 Maret 2026, ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi nasional. Prabowo, sebagai pemimpin yang akan segera memegang tampuk pemerintahan, menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas di antara seluruh elemen bangsa, terutama para pelaku usaha. Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa hanya dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia mampu melewati badai ekonomi global dengan selamat dan bahkan keluar sebagai pemenang.
Akbar Himawan Buchari, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa suasana pertemuan sangat konstruktif dan penuh semangat kebersamaan. Menurut Akbar, Prabowo secara gamblang menyampaikan visinya tentang bagaimana Indonesia harus merespons dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan unpredictable.
"Kita pelaku usaha, Pemerintah, dan seluruh stakeholders harus bersatu, harus solid menghadapi situasi global ini," ujar Akbar mengutip pesan utama yang disampaikan Prabowo.
Pernyataan Akbar ini menggarisbawahi urgensi sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Di satu sisi, pemerintah memiliki peran sentral dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, dunia usaha adalah motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan bersatu dan saling mendukung, kedua elemen ini akan menjadi kekuatan dahsyat yang mampu menghadapi tantangan ekonomi global.
Kehadiran SBY dan Jokowi dalam pertemuan ini memiliki makna simbolis yang sangat kuat. Sebagai mantan presiden, keduanya memiliki pengalaman yang kaya dalam mengelola ekonomi negara dalam berbagai situasi yang berbeda. Dukungan dan nasihat dari SBY dan Jokowi tentu sangat berharga bagi Prabowo dalam merumuskan strategi ekonomi yang efektif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Akbar juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan tanggap pemerintah terhadap perkembangan situasi global. Menurutnya, pemerintah secara aktif memantau dan melakukan intervensi yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Komunikasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan yang ada.
"Kami dari Hipmi akan selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," tegas Akbar.
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian para pelaku usaha adalah dampak perang di kawasan Teluk terhadap ekonomi Indonesia. Meskipun saat ini Indonesia belum terlalu terdampak secara langsung, Akbar mengakui bahwa eskalasi konflik dapat membawa konsekuensi yang serius bagi perekonomian nasional.