Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, pemerintah Indonesia terus berupaya memaksimalkan persiapan untuk melayani arus mudik yang diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Salah satu fokus utama adalah memastikan kelancaran dan keamanan transportasi laut, mengingat perannya yang vital dalam menghubungkan wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan operasional angkutan laut, termasuk menyiapkan armada kapal yang memadai dan menerapkan skema pengaturan pelabuhan yang efektif.
Dudy, seorang perwakilan dari Kementerian Perhubungan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi laut yang handal dan aman selama periode Lebaran. "Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran," ujarnya.
Kesiapan armada ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan aman dan nyaman. Pemerintah menyadari bahwa moda transportasi laut memegang peranan penting, terutama dalam melayani wilayah kepulauan yang sulit dijangkau oleh transportasi darat atau udara. Daerah-daerah terpencil, terluar, dan perbatasan sangat bergantung pada layanan kapal untuk mobilitas penduduk dan distribusi barang.
Untuk memastikan keamanan dan kelaikan operasional kapal, Kemenhub telah melakukan serangkaian uji kelaiklautan yang komprehensif. Proses ini mencakup pemeriksaan terhadap berbagai jenis kapal, mulai dari kapal penumpang berukuran besar hingga kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, dan bahkan kapal wisata. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua kapal memenuhi standar keselamatan yang ketat dan laik untuk beroperasi selama periode sibuk Lebaran.
"Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar," tegas Dudy. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menyediakan kapasitas yang memadai, tetapi juga memastikan kualitas layanan yang prima.
Strategi Pengaturan Pelabuhan untuk Mengurai Kepadatan
Selain kesiapan armada kapal, Kemenhub juga telah menyiapkan strategi pengaturan pelabuhan yang komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode mudik Lebaran. Strategi ini dirancang untuk mengurai kepadatan di pelabuhan-pelabuhan utama dan memastikan kelancaran arus lalu lintas penyeberangan.
Kemenhub bekerja sama dengan Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menetapkan skema pembagian pelabuhan penyeberangan yang efektif. Skema ini difokuskan pada lintas utama, seperti Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, serta Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Kedua lintas ini merupakan jalur penyeberangan utama yang selalu mengalami peningkatan volume kendaraan dan penumpang selama musim mudik Lebaran.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa lonjakan mobilitas pemudik dan kendaraan diantisipasi melalui pembagian pelabuhan berdasarkan golongan dan sumbu kendaraan. "Pengaturan ini untuk memecah kepadatan dan mencegah penumpukan di satu titik," ujarnya.