Kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi topik hangat dalam diskusi ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurutnya, meskipun kenaikan harga emas berkontribusi terhadap inflasi, hal ini juga menjadi indikasi positif bahwa literasi investasi masyarakat Indonesia semakin meningkat. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya pemerintah untuk terus mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan inovasi.
Emas: Instrumen Investasi yang Semakin Diminati di Tengah Ketidakpastian Global
Dalam lanskap ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian, emas telah lama dianggap sebagai aset safe haven. Artinya, emas cenderung mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya ketika kondisi ekonomi memburuk atau pasar keuangan bergejolak. Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang menarik bagi banyak orang yang ingin melindungi nilai aset mereka dari inflasi dan risiko ekonomi lainnya.
Airlangga Hartarto menekankan bahwa emas kini semakin diminati sebagai instrumen investasi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya diversifikasi investasi dan mencari alternatif untuk melindungi nilai aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan harga emas, meskipun memicu inflasi, menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan mereka.
Inflasi yang Dipicu Emas: Sisi Positif Literasi Keuangan yang Meningkat
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian. Kenaikan harga emas dapat berkontribusi terhadap inflasi karena emas digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri, seperti perhiasan dan elektronik. Selain itu, kenaikan harga emas juga dapat memengaruhi ekspektasi inflasi masyarakat, yang pada gilirannya dapat mendorong kenaikan harga barang dan jasa lainnya.
Meskipun inflasi umumnya dianggap sebagai hal yang negatif, Airlangga Hartarto melihat sisi positif dari inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga emas. Ia berpendapat bahwa hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin literat secara finansial dan memahami pentingnya investasi. Masyarakat tidak hanya menyimpan uang tunai di bank, tetapi juga berinvestasi pada aset yang dapat melindungi nilai kekayaan mereka dari inflasi.
"Beberapa bulan terakhir faktor emas ikut mengerek inflasi. Namun inflasi ini adalah faktor yang baik karena masyarakat semakin literat, semakin paham apa yang harus mereka investasikan dan salah satunya adalah emas," ujar Airlangga dalam peluncuran roadmap bullion bank di Jakarta, Selasa (6/3/2026). Pernyataan ini menekankan bahwa pemerintah melihat peningkatan investasi emas sebagai indikator positif dari literasi keuangan yang meningkat di kalangan masyarakat.
Pemerintah Mendorong Literasi Keuangan Melalui Berbagai Program