Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau , persiapan matang tengah dikebut oleh berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Salah satu fokus utama adalah infrastruktur jalan tol, yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan antar kota dan provinsi. PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai perusahaan pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, turut mengambil peran sentral dalam upaya ini.

Kabar gembira datang dari Jasa Marga, yang mengumumkan kesiapannya untuk membuka secara fungsional sebagian dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Tol Japek II Selatan) sepanjang 52 kilometer, khususnya ruas Sadang-Setu, pada saat arus balik Lebaran . Langkah ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai potensi kemacetan parah yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, terutama di titik-titik rawan seperti KM 66.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa Tol Japek II Selatan sebenarnya masih dalam tahap pembangunan dan diproyeksikan baru akan selesai sepenuhnya pada pertengahan tahun 2027. Namun, mengingat urgensi kebutuhan akan jalur alternatif selama periode Lebaran, Jasa Marga berinisiatif untuk membuka ruas Sadang-Setu secara fungsional atas diskresi dan koordinasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

"Kami menyadari betul betapa krusialnya peran jalan tol dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Oleh karena itu, meskipun Tol Japek II Selatan belum sepenuhnya rampung, kami berupaya maksimal untuk dapat membuka sebagian ruasnya secara fungsional, demi membantu masyarakat yang akan kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah merayakan Lebaran di kampung halaman," ujar Rivan dalam kunjungannya ke Simpang Susun (SS) Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis (12/3/2026).

Lebih lanjut, Rivan menjelaskan bahwa saat ini, Tol Japek II Selatan sudah memiliki satu jalur yang terbangun ke arah Bekasi dan Jakarta. Namun, dalam pengoperasian fungsional nanti, Jasa Marga akan memberlakukan sistem satu lajur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

"Berdasarkan evaluasi kami terhadap pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya, terutama terkait dengan kepadatan lalu lintas yang terjadi, kami mencoba mencari solusi yang paling aman dan efektif. Salah satu alternatif yang kami pertimbangkan adalah membuka Tol Japek II Selatan secara fungsional dengan satu lajur. Kami meyakini bahwa dengan satu lajur pun, manfaatnya akan sangat terasa dalam mengurangi beban lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek eksisting," paparnya.

Rivan juga menanggapi pertanyaan mengenai potensi pembukaan dua lajur sekaligus. Ia menjelaskan bahwa pembukaan dua lajur belum memungkinkan karena beberapa infrastruktur pendukung, seperti ramp (jalan penghubung), belum sepenuhnya siap. Meskipun demikian, ia berharap bahwa dengan dibukanya satu lajur secara fungsional, Tol Japek II Selatan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pemudik.

Secara teknis, Tol Japek II Selatan ruas Sadang-Setu memiliki kapasitas yang cukup signifikan, yakni mampu menampung hingga 2.000 kendaraan golongan I (kendaraan kecil seperti mobil pribadi) per jam. Rivan menegaskan bahwa pembukaan ruas tol ini secara fungsional akan sangat bergantung pada tingkat kepadatan lalu lintas yang terjadi di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

"Kami akan terus memantau perkembangan situasi lalu lintas di lapangan. Apabila terjadi kepadatan yang signifikan di KM 66, yang seringkali menjadi titik krusial kemacetan, maka kami akan segera membuka Tol Japek II Selatan ruas Sadang-Setu secara fungsional. Dengan kapasitas 2.000 kendaraan per jam, kami yakin bahwa ruas tol ini akan mampu mengurai kepadatan yang ada," jelasnya.