Jakarta – Masyarakat Indonesia dapat bernapas lega menjelang perayaan Idul Fitri 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan kepastian bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan. Kabar baik ini tentu menjadi angin segar di tengah persiapan mudik yang umumnya diikuti dengan peningkatan kebutuhan bahan bakar.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada hari Selasa, 10 Maret 2026. Dalam pernyataannya, beliau menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi demi meringankan beban masyarakat, terutama menjelang hari raya besar seperti Idul Fitri. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia yang terus dipantau secara seksama.
“Nanti kita lihat ya, yang jelas Hari Raya ini, pikir Hari Raya dulu lah. Hari Raya ini insyaaAllah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi, dan cadangan kita enggak ada masalah ya,” ujar Menteri Bahlil dengan nada meyakinkan. Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi dan kekhawatiran yang sempat beredar di masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM menjelang Lebaran.
Lebih lanjut, Menteri Bahlil juga memberikan jaminan terkait ketersediaan stok BBM, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi. Beliau memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Pemerintah, melalui PT Pertamina (Persero), terus berupaya menjaga kelancaran distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.
Kepastian ini tentu menjadi kabar baik bagi jutaan masyarakat Indonesia yang berencana untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Kestabilan harga BBM akan membantu meringankan biaya transportasi dan memungkinkan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta tanpa terbebani oleh kenaikan harga bahan bakar.
Menepis Kekhawatiran dan Meluruskan Informasi
Selain memberikan jaminan terkait harga dan stok BBM, Menteri Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar atau bersifat provokatif. Beliau meminta agar tidak ada pihak yang menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait kenaikan harga BBM subsidi maupun ketersediaan stok BBM yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).
“Jangan dipelintir-pelintir ya. Itu jangan dipelintir-pelintir seolah-olah 21 hari atau 23 hari itu sudah habis. Enggak, itu kan buffer stock kita, tapi kan datang terus. Kita kan produksi terus. Yang impor kan masuk terus,” tegas Menteri Bahlil.
Pernyataan ini merespon adanya kesalahpahaman terkait informasi mengenai stok BBM yang hanya cukup untuk 21-23 hari. Menteri Bahlil menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan pola penyimpanan atau buffer stock yang digunakan untuk menjaga kelancaran pasokan. Proses pemenuhan stok BBM terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui produksi dalam negeri maupun impor, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir akan kehabisan stok.