Jakarta – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, pemerintah Indonesia memberikan jaminan penuh terkait ketersediaan dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara tegas menyatakan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi yang aman dan mencukupi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan yang biasanya terjadi selama periode mudik Lebaran. Pernyataan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran yang sempat muncul di kalangan masyarakat terkait isu stok BBM yang hanya mencukupi untuk 20-23 hari.
Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa angka 21 hari yang sering disebut sebagai stok BBM sebenarnya merujuk pada kapasitas penyimpanan yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero). Ia menekankan bahwa angka tersebut bukanlah batas waktu habisnya BBM, melainkan standar kapasitas penyimpanan yang harus dijaga.
"Memang storage (kapasitas penyimpanan) 21 hari itu sebenarnya mengukur storage-nya, kalau lebih kita tidak bisa nampung," ujar Dudy dalam diskusi media di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Lebih lanjut, Dudy meluruskan bahwa angka 20-23 hari bukanlah indikasi bahwa BBM akan habis setelah periode tersebut. Angka tersebut merupakan standar minimal stok yang harus dipenuhi. Ketika stok mulai berkurang, Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera melakukan penambahan pasokan.
"Kalau nanti berkurang maka Pertamina, ESDM itu akan menambah," tegasnya.
Pemerintah menyadari bahwa isu ketersediaan BBM sangat sensitif, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu.
Selain itu, Dudy juga memberikan pandangannya terkait potensi dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan minyak mentah dan BBM impor. Ia menilai bahwa saat ini, dampaknya tidak terlalu signifikan karena Indonesia telah memiliki diversifikasi sumber impor minyak.
"Kalau saya lihat kemarin itu ada beberapa negara yang sepertinya tidak terlalu terdampak dari lokasi konflik. Ada beberapa negara yang sebagai pengekspor minyak masih bisa memenuhi kebutuhan kita," kata Dudy.
Senada dengan Menteri Perhubungan, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying BBM. Ia menegaskan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman, meskipun terdapat gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah.