Jakarta, Indonesia – Kabar baik bagi para pemilik sepeda motor di Indonesia! Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah menegaskan komitmennya untuk memberikan insentif yang menarik dalam program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik. Langkah ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah diuji coba pada tahun 2023 dengan target 50.000 unit motor. Dengan dukungan penuh dari Presiden , program ini diharapkan dapat mempercepat di Indonesia, mengurangi polusi udara, dan menekan beban subsidi energi yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (9/3/), Bahlil menjelaskan bahwa program konversi motor listrik ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk mengalihkan ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan berbasis baterai. Ia menekankan bahwa ini adalah program jangka panjang yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Indonesia.

"Sudah barang tentu, negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah," ujar Bahlil, memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah akan memberikan insentif yang menarik untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam program ini.

Meskipun belum dapat mengungkapkan secara detail besaran kuota motor yang akan mendapatkan subsidi, Bahlil memastikan bahwa keputusan terkait hal ini akan dibahas secara mendalam dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi (Satgas PTE) yang baru saja dibentuk. Ia menekankan bahwa pembahasan yang komprehensif diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program ini.

"Kita kan baru selesai Satgasnya baru dibentuk. Saya rapat satgas dulu baru saya laporkan ya," jelas Bahlil, menunjukkan bahwa pemerintah berhati-hati dalam merencanakan dan melaksanakan program ini untuk mencapai hasil yang optimal.

Prabowo Subianto Menunjuk Bahlil Sebagai Nakhoda Satgas Transisi Energi

Komitmen pemerintah terhadap transisi energi semakin diperkuat dengan penunjukan Bahlil Lahadalia oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satgas PTE. Satgas ini memiliki mandat untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik.

Penunjukan ini disampaikan langsung oleh Bahlil setelah melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa Presiden memberikan arahan yang jelas terkait percepatan transisi energi dan pentingnya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan transisi energi secara cepat. Di dalamnya termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan," ungkap Bahlil.