Perjalanan bisnis Hijasmita, sebuah usaha yang berakar pada budaya Indonesia, memasuki babak transformasi yang signifikan ketika sang pemilik, Mita, bergabung dengan Rumah Jakarta dan mengikuti program BRIncubator pada tahun 2023. Partisipasi dalam program inkubasi ini menjadi katalisator bagi pengembangan Hijasmita, memberikan arahan yang lebih terstruktur dan strategis bagi pertumbuhan usaha. BRIncubator BRI, yang merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, terbukti menjadi platform yang ampuh dalam membekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan jaringan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Mita mengungkapkan bahwa materi yang disajikan dalam BRIncubator sangat aplikatif dan relevan dengan tantangan yang dihadapi pelaku usaha sehari-hari. Program ini tidak hanya menawarkan teori-teori bisnis, tetapi juga memfasilitasi diskusi mendalam mengenai masalah-masalah konkret yang dihadapi oleh para peserta. Pendekatan praktis ini memungkinkan Mita untuk langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam operasional Hijasmita.

"Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari," ujar Mita, menekankan manfaat langsung yang dirasakannya dari program BRIncubator.

Pembekalan yang diberikan meliputi berbagai aspek penting dalam menjalankan bisnis, termasuk pemasaran, branding, digitalisasi, dan pengelolaan keuangan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai area-area ini, Mita mampu membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif dalam mengembangkan Hijasmita. Misalnya, Mita mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana membangun merek yang kuat dan menarik bagi target pasar, serta bagaimana memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pengelolaan keuangan yang lebih baik juga memungkinkan Mita untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan profitabilitas usaha.

Proses evaluasi yang dilakukan selama program BRIncubator membantu Mita untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan untuk merumuskan strategi pengembangan yang lebih fokus. Salah satu temuan penting dari evaluasi ini adalah pentingnya fokus dalam pengembangan produk dan penentuan target pasar. Berdasarkan analisis pasar, Mita menyadari bahwa produk outer Hijasmita memiliki potensi pasar yang lebih besar dibandingkan dengan hijab. Oleh karena itu, Mita memutuskan untuk memaksimalkan produksi dan pemasaran produk outer, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi ciri khas Hijasmita. Keputusan strategis ini terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar Hijasmita.

Selain peningkatan kapasitas bisnis, Mita juga merasakan manfaat signifikan dari perluasan jejaring yang difasilitasi oleh BRI. Kesempatan untuk mengikuti berbagai pameran yang diselenggarakan oleh BRI membuka akses pasar yang lebih luas bagi Hijasmita. Pameran-pameran ini tidak hanya memberikan platform untuk memamerkan produk-produk Hijasmita kepada calon pembeli, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri Mita dalam menjalankan usaha. Berinteraksi dengan para pelaku usaha lain dan mendapatkan umpan balik langsung dari konsumen memberikan Mita motivasi dan inspirasi untuk terus mengembangkan Hijasmita.

Ke depan, Mita memiliki visi yang jelas untuk Hijasmita: terus berkembang secara konsisten dan mampu menembus pasar internasional. Mita menyadari bahwa mencapai tujuan ini membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang berkelanjutan. Ia sangat menghargai pendampingan yang telah diterimanya dari para coach dan sesama pelaku usaha selama program BRIncubator. Dukungan moral ini, menurut Mita, sangat penting dalam menghadapi tantangan bisnis yang seringkali terasa berat dan sendirian.

"Pendampingan ini tidak hanya memberiku ilmu, tetapi juga dukungan moral dari para coach dan sesama pelaku usaha, sehingga merasa lebih kuat dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan bisnis," ungkap Mita.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa Rumah BUMN BRI didirikan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis mereka. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan, meningkatkan keterampilan, dan menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. BRI menyadari bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada UMKM melalui berbagai program dan inisiatif.