Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah menuntaskan proses seleksi ketat dan menetapkan lima nama yang akan mengisi posisi penting sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026-2031. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Hasan Fawzi, yang terpilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan karir seorang profesional senior yang telah mendedikasikan dirinya selama lebih dari tiga dekade untuk pengembangan dan pengawasan pasar modal Indonesia.
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Rabu, 11 Maret 2026. "Setelah melalui serangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang komprehensif, kami telah memutuskan lima nama yang akan mengemban amanah sebagai Dewan Komisioner OJK untuk periode 2026-2031. Kami yakin mereka memiliki kompetensi, integritas, dan visi yang dibutuhkan untuk memajukan sektor jasa keuangan Indonesia," ujar Misbakhun dalam keterangannya.
Pemilihan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK bukan tanpa alasan. Beliau dikenal luas sebagai sosok yang berpengalaman, berpengetahuan luas, dan memiliki rekam jejak yang solid dalam memajukan infrastruktur pasar modal Indonesia. Pengalamannya mencakup berbagai aspek, mulai dari lembaga kliring dan penjaminan, penilaian harga efek, hingga pengembangan bisnis di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jejak Pendidikan dan Pembentukan Karakter Profesional
Hasan Fawzi lahir di Purwakarta pada tanggal 27 April 1970. Pendidikan formalnya dimulai di tanah air, dengan meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993. Kecintaannya pada dunia keuangan dan bisnis kemudian mendorongnya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Beliau memilih untuk memperluas wawasannya di kancah internasional dengan menempuh pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Universitas LÃAE de Grenoble, Université Pierre Mendes, Prancis. Tidak berhenti di situ, Hasan juga melengkapi portofolio akademiknya dengan gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2008. Kombinasi antara pendidikan teknik yang kuat dan pemahaman mendalam tentang bisnis dan manajemen telah membentuk fondasi yang kokoh bagi karir profesionalnya di sektor keuangan.
Perjalanan Karir yang Gemilang di Industri Pasar Modal
Perjalanan karir Hasan Fawzi di sektor pasar modal dimulai pada tahun 1993, ketika ia bergabung dengan PT Kliring Depositori Efek Indonesia (KDEI). Di lembaga ini, ia menunjukkan dedikasi dan kemampuannya dengan menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem dari tahun 1993 hingga 1997. Pengalaman di KDEI memberinya pemahaman mendalam tentang seluk-beluk operasional dan infrastruktur pasar modal.
Pada tahun 1997, Hasan melanjutkan karirnya di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), sebuah lembaga yang memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas dan integritas pasar modal. Selama lebih dari satu dekade, dari tahun 1997 hingga 2008, ia menjabat sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi di KPEI. Di posisi ini, ia bertanggung jawab atas pengembangan dan implementasi sistem teknologi informasi yang handal dan aman untuk mendukung kegiatan kliring dan penjaminan transaksi efek.
Pengalaman dan keahlian yang dimilikinya kemudian mengantarkannya pada posisi yang lebih strategis. Pada periode 2008-2012, Hasan dipercaya untuk memimpin PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) sebagai Direktur. Di PHEI, ia bertanggung jawab atas penentuan harga wajar efek yang transparan dan akurat, yang menjadi acuan penting bagi investor dan pelaku pasar lainnya.