Wakil Presiden baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk meninjau progres proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Proyek ambisius ini, yang dikelola oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, diproyeksikan menjadi pusat ekspor semen berkapasitas besar dengan penerapan teknologi modern terkini. Tujuannya adalah untuk mendukung operasional ekspor yang efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam pasar global.

Kunjungan Wapres Gibran ini menjadi momentum penting untuk menyoroti komitmen pemerintah dalam mendukung industri strategis seperti semen, yang memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Gibran menyampaikan apresiasi atas kemajuan proyek yang telah mencapai tahap penyelesaian 99%. Ia menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk terus menjaga dan bahkan meningkatkan standar pengelolaan lingkungan, memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.

"Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara," ujar Gibran, menegaskan harapan bahwa proyek ini akan menjadi kontributor signifikan bagi perekonomian nasional dan citra Indonesia di mata dunia.

Lebih lanjut, Wapres Gibran meninjau langsung fitur-fitur dermaga yang dirancang untuk mampu mengirimkan 500 ribu hingga 1 juta ton semen ke pasar internasional. Proyek pengembangan ini merupakan wujud nyata dari kerjasama strategis antara SIG, melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Taiheiyo Cement Corporation, perusahaan semen terkemuka asal Jepang. Kemitraan yang telah terjalin sejak tahun 2021 ini, diharapkan dapat membawa sinergi positif dalam hal transfer teknologi, peningkatan efisiensi, dan perluasan jangkauan pasar.

Jangka Panjang: Rp 1,4 Triliun untuk Modernisasi dan Ekspansi

Proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi SIG di Tuban ini menelan investasi yang cukup signifikan, mencapai Rp 1,4 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk melakukan modernisasi dan ekspansi, guna meningkatkan daya saing di pasar global yang semakin kompetitif. Investasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pada penerapan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi operasional.

Salah satu fokus utama dari proyek ini adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT. Peningkatan ini memungkinkan kapal-kapal berukuran lebih besar untuk bersandar dan melakukan bongkar muat, sehingga mempercepat proses ekspor dan mengurangi biaya logistik. Untuk mencapai hal ini, dibangun jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan existing jetty.

Selain peningkatan kapasitas dermaga, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas pendukung produksi yang modern dan efisien. Beberapa fasilitas tersebut antara lain:

  • Blending Silo System: Dengan kapasitas 8.000 ton, fasilitas ini memungkinkan pencampuran berbagai jenis bahan baku semen secara presisi, sehingga menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten dan sesuai dengan standar internasional.
  • Clinker Silo System: Berkapasitas 15.000 ton, fasilitas ini digunakan untuk menyimpan clinker, bahan baku utama dalam pembuatan semen. Penyimpanan clinker yang memadai memastikan kelancaran proses produksi dan mengurangi risiko kekurangan bahan baku.
  • Cement Silo System: Terdapat dua unit cement silo system, masing-masing berkapasitas 18.000 ton. Fasilitas ini digunakan untuk menyimpan semen curah sebelum didistribusikan ke pasar.