Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi momok yang menghantui berbagai sektor ekonomi, tak terkecuali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah () di Indonesia. Kementerian UMKM menyoroti potensi dampak signifikan yang akan dirasakan oleh UMKM, terutama yang bergerak di sektor jasa. Lonjakan harga minyak mentah dunia diprediksi akan memicu kenaikan biaya operasional, yang pada akhirnya dapat memukul daya saing dan profitabilitas UMKM.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai imbas dari gejolak harga minyak mentah global. Menurutnya, UMKM sektor jasa, yang sangat bergantung pada transportasi dan logistik, akan menjadi pihak yang paling terpukul.

"Sektor jasa, contohnya yang mau tidak mau memanfaatkan kendaraan, distribusi pasti akan terdampak jika harga minyak ini naik," ujar Temmy di Smesco Indonesia, Jakarta, Selasa (10/3/).

Pernyataan ini menggarisbawahi betapa krusialnya stabilitas harga BBM bagi kelangsungan bisnis UMKM sektor jasa. Kenaikan harga BBM akan secara langsung meningkatkan biaya transportasi, pengiriman barang, dan operasional lainnya. Akibatnya, UMKM terpaksa menaikkan harga jual jasa mereka, yang berpotensi mengurangi permintaan dari konsumen.

Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, berupaya keras untuk menahan laju kenaikan harga BBM bersubsidi. Subsidi energi menjadi instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi. Namun, beban subsidi akan semakin membengkak jika harga minyak mentah dunia terus meroket dan bertahan di atas USD 100 per barel.

"Mudah-mudahan APBN kita masih sanggup untuk bisa menanggulangi ini. Karena begitu nanti minyak subsidi naik, mau tidak mau pasti akan ada penyesuaian harga," lanjut Temmy.

Kenaikan harga BBM bersubsidi akan memicu efek domino yang merugikan. Harga jasa angkutan dan distribusi akan melonjak, yang pada gilirannya akan mendorong kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya. Pada akhirnya, masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Pemerintah Jamin Stabilitas Harga BBM Bersubsidi Jelang Lebaran

Di tengah kekhawatiran akan dampak kenaikan harga minyak dunia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan angin segar. Ia memastikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Pemerintah juga menjamin ketersediaan stok BBM subsidi dan non-subsidi dalam kondisi aman, terutama menjelang periode 2026.