Jakarta – Di tengah kekhawatiran global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia meroket, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan angin segar bagi masyarakat Indonesia. Ia menjamin bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite (RON 90), akan tetap stabil hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah (). Pernyataan ini disampaikan di tengah melambungnya harga minyak mentah dunia yang mendekati angka USD 120 per barel, sebuah level yang mengkhawatirkan banyak negara importir minyak.

Bahlil mengakui bahwa tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, telah memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak global. Harga minyak mentah telah melampaui level USD 100 per barel, sebuah ambang batas psikologis yang memicu kekhawatiran inflasi di banyak negara. Namun, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memitigasi dampak negatif dari lonjakan harga minyak dunia tersebut.

"Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok enggak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga BBM di tingkat konsumen.

Pemerintah menyadari betul dampak kenaikan harga BBM terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok menengah ke bawah. Oleh karena itu, berbagai opsi kebijakan tengah dieksplorasi untuk menahan laju inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun langkah-langkah komprehensif untuk mengatasi masalah ini.

"Kita lagi akan meng-exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif. Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga. Karena sampai dengan hari raya ini Insya Allah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi," tegas Bahlil. Jaminan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Lebih lanjut, Bahlil meyakinkan bahwa pasokan minyak dan BBM di dalam negeri dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. "Pasokan enggak ada masalah. Untuk dan hari raya Idul Fitri semuanya terjamin, enggak ada masalah," imbuhnya. Pemerintah terus berupaya menjaga kelancaran distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri, termasuk daerah-daerah terpencil, agar masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

Harga Minyak Dunia Mendekati USD 120 per Barel: Analisis dan Dampak

Kenaikan harga minyak mentah dunia dipicu oleh beberapa faktor, termasuk pemangkasan produksi oleh sejumlah produsen besar di Timur Tengah dan penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akibat konflik yang berkepanjangan. Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke pasar global. Penutupan jalur ini menyebabkan gangguan pasokan dan mendorong harga minyak melonjak tajam.

Mengutip data dari CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 26,5 persen atau naik USD 24 menjadi USD 114,9 per barel. Sementara itu, minyak Brent yang menjadi acuan global naik 23 persen atau bertambah USD 21,56 menjadi USD 114,25 per barel. Kenaikan mingguan harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mencapai sekitar 35 persen, menjadi lonjakan terbesar dalam sejarah perdagangan kontrak berjangka sejak 1983.