Jakarta, Liputan6.com – Kenaikan harga minyak mentah dunia, yang kini menembus angka USD 100 per barel, menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meskipun demikian, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lonjakan harga minyak mentah dunia dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global, sehingga mendorong harga naik secara signifikan.

Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait harga BBM. Menurutnya, dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap beban subsidi yang ditanggung APBN masih perlu dievaluasi lebih lanjut.

"Sampai saat ini, belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam artian menaikkan harga BBM. Kami akan terus memantau kondisi pasar dan dampaknya terhadap APBN. Jika dalam sebulan ke depan situasinya berubah, kami akan melakukan evaluasi ulang," ujar Purbaya saat mengunjungi Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/).

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia dalam satu bulan ke depan. Pemantauan ini penting untuk memahami tren harga dan dampaknya terhadap kas negara. Pemerintah juga akan mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, dan tingkat inflasi.

Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 70 per barel. Kenaikan harga minyak mentah di atas asumsi tersebut tentu akan meningkatkan beban subsidi BBM yang harus ditanggung oleh APBN. Namun, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya mengelola APBN secara prudent dan efisien untuk meminimalkan dampak negatif dari kenaikan harga minyak dunia.

"Kami akan melihat apakah kenaikan harga minyak ini berdampak positif atau negatif terhadap perekonomian. Namun, saat ini belum saatnya mengambil keputusan, karena ruang fiskal kita masih cukup," tegasnya.

Tidak Ingin Gegabah

Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia memang akan meningkatkan beban APBN. Namun, pemerintah memiliki perspektif jangka panjang dalam mengelola anggaran. Pemerintah tidak ingin terburu-buru menyesuaikan harga BBM hanya karena fluktuasi harga minyak dalam jangka pendek.