Friderica Widyasari Dewi, seorang figur yang tak asing lagi di kancah pasar modal Indonesia, tengah menjadi sorotan seiring dengan pencalonannya sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kiprahnya yang panjang dan berliku di berbagai lembaga penting di sektor keuangan, serta visi yang diusungnya untuk penguatan industri jasa keuangan, menjadikannya kandidat yang patut diperhitungkan. Artikel ini akan mengulas perjalanan karier Friderica, pencapaiannya, serta delapan solusi strategis yang ia tawarkan untuk membawa sektor jasa keuangan Indonesia menuju era yang lebih stabil, terpercaya, inklusif, dan kontributif.
Jejak Langkah di Bursa Efek Indonesia (BEI): Fondasi yang Kokoh
Perjalanan karier Friderica di dunia pasar modal dimulai di Bursa Efek Indonesia (BEI), tempat ia meniti karier dan mengukir prestasi yang signifikan. Selama berkiprah di BEI, ia memegang berbagai posisi strategis yang membuktikan kompetensi dan kemampuannya dalam mengelola berbagai aspek operasional dan pengembangan bursa. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, sebuah peran penting dalam menjaga citra dan reputasi BEI di mata publik dan investor. Tanggung jawabnya mencakup pengelolaan komunikasi internal dan eksternal, menjalin hubungan baik dengan media, serta memastikan transparansi informasi kepada seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, Friderica juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Perusahaan, posisi yang sangat krusial dalam memastikan kepatuhan BEI terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menjaga hubungan baik dengan para pemegang saham dan regulator. Sebagai Sekretaris Perusahaan, ia bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi perusahaan, penyusunan laporan keuangan, penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional BEI berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Puncak kariernya di BEI adalah ketika ia dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI pada periode 2009-2015. Dalam posisi ini, Friderica memegang peranan kunci dalam merumuskan dan melaksanakan berbagai strategi pengembangan BEI, termasuk meningkatkan likuiditas pasar, menarik minat investor baru, serta mengembangkan produk dan layanan baru yang inovatif. Ia juga berperan aktif dalam menjalin kerjasama dengan bursa efek lain di kawasan regional dan internasional, serta mempromosikan pasar modal Indonesia di mata investor asing.
Melanjutkan Pengabdian di KSEI dan BRI Danareksa Sekuritas
Setelah malang melintang di BEI, Friderica melanjutkan pengabdiannya di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), lembaga yang memegang peranan penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran transaksi di pasar modal Indonesia. KSEI bertindak sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek, serta memastikan bahwa seluruh transaksi jual beli saham dan obligasi diselesaikan secara efisien dan tepat waktu.
Di KSEI, Friderica menjabat sebagai Direktur pada periode 2015-2016, sebelum akhirnya dipercaya untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai Direktur Utama KSEI pada periode 2016-2019. Sebagai Direktur Utama KSEI, ia bertanggung jawab penuh atas pengelolaan operasional dan pengembangan KSEI, termasuk meningkatkan efisiensi sistem penyimpanan dan penyelesaian efek, memperluas jangkauan layanan KSEI, serta meningkatkan keamanan dan integritas data.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya di KSEI, Friderica kemudian memimpin BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada periode 2020-2022. BRI Danareksa Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas yang bergerak di bidang perdagangan saham, obligasi, dan reksa dana, serta menyediakan layanan penjaminan emisi efek dan penasihat keuangan. Sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Friderica bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh kegiatan operasional perusahaan, termasuk meningkatkan volume perdagangan, memperluas basis nasabah, serta mengembangkan produk dan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar.