Jakarta, [Tanggal Artikel Ditulis] – PT Mega Akses Persada (FiberStar), perusahaan infrastruktur jaringan fiber optik terkemuka di Indonesia, menutup tahun 2025 dengan torehan kinerja yang menggembirakan. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam hal perluasan jangkauan jaringan dan, yang lebih penting, peningkatan pemanfaatan jaringan oleh pelanggan. Pencapaian ini menandakan bahwa FiberStar dalam membangun fondasi infrastruktur digital yang kuat mulai membuahkan hasil, berkontribusi secara signifikan terhadap percepatan transformasi digital di berbagai sektor di Indonesia.

Di sepanjang tahun 2025, FiberStar secara agresif melakukan ekspansi jaringan, meningkatkan jumlah homepass (titik yang terlewati jaringan) menjadi 3.360.119 titik. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 45,9% (Year-on-Year/YoY) dibandingkan dengan tahun 2024, di mana jumlah homepass tercatat sebanyak 2.303.553 titik. Pertumbuhan yang pesat ini mencerminkan komitmen FiberStar untuk memperluas jangkauan layanan internet berkecepatan tinggi ke lebih banyak wilayah di Indonesia, termasuk area-area yang sebelumnya belum terjangkau oleh infrastruktur yang memadai.

Lebih lanjut, FiberStar juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih signifikan dalam jumlah home connected, yaitu jumlah pelanggan yang benar-benar tersambung dan menggunakan layanan FiberStar. Pada tahun 2025, jumlah home connected melonjak menjadi 489.211 pelanggan, meningkat 51,9% (YoY) dari 322.150 pelanggan pada tahun 2024. Pertumbuhan home connected yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan homepass mengindikasikan bahwa upaya FiberStar dalam meningkatkan penetrasi layanan dan menarik pelanggan baru berhasil.

Tingkat Pemanfaatan Jaringan Meningkat: Indikasi Infrastruktur yang Sehat dan Efektif

Kinerja yang solid ini tercermin pada rasio pemanfaatan jaringan atau take rate, yang dihitung sebagai perbandingan antara jumlah home connected dengan jumlah homepass. Pada tahun 2025, take rate FiberStar meningkat dari sekitar 14,0% pada tahun 2024 menjadi sekitar 14,6%. Peningkatan ini, meskipun terlihat kecil secara persentase, memiliki implikasi yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur jaringan yang dibangun oleh FiberStar semakin dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Tingkat pemanfaatan jaringan yang meningkat merupakan indikator penting dari kesehatan bisnis FiberStar. Semakin tinggi take rate, semakin optimal pemanfaatan aset jaringan yang telah dibangun, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Selain itu, take rate yang tinggi juga menunjukkan bahwa layanan yang ditawarkan oleh mitra Internet Service Provider (ISP) dan pelaku usaha yang menggunakan jaringan FiberStar sebagai tulang punggung operasional digital mereka semakin diminati oleh masyarakat.

Menurut Yudo Satrio, Network Planning Department Head FiberStar, fokus FiberStar tidak hanya pada perluasan jangkauan jaringan, tetapi juga pada efektivitas pemanfaatan jaringan. "Yang kami jaga bukan hanya seberapa luas jaringan bertambah, tapi seberapa efektif jaringan itu dipakai. Di 2025, pertumbuhan home connected lebih cepat dibanding pertumbuhan homepass, ini menunjukkan utilisasi makin solid dan jaringan yang dibangun benar-benar dimanfaatkan," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa FiberStar memiliki visi yang jelas untuk membangun infrastruktur yang tidak hanya luas, tetapi juga berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ekspansi Jaringan Fiber Optik: Menjangkau Pelosok Negeri dengan Konektivitas Unggul

Sejalan dengan tren pertumbuhan yang positif, FiberStar juga melaporkan bahwa panjang jaringan fiber optik yang dimilikinya kini mencapai 64.497.562 meter, atau setara dengan sekitar 64.498 kilometer. Angka ini menunjukkan investasi yang berkelanjutan dari FiberStar dalam memperluas dan memperkuat infrastruktur jaringan fiber optiknya di seluruh Indonesia.