Jakarta – Ketegangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah telah mendorong harga emas untuk kembali menguat. Pada perdagangan hari Kamis (Jumat waktu Jakarta), harga emas menunjukkan tren positif, dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah kekhawatiran akan eskalasi konflik regional. Selain faktor geopolitik, melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) turut memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas.
Harga emas di pasar spot mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,6%, mencapai USD 5.166,75 per ons. Kenaikan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya harga emas mengalami penurunan tajam lebih dari 4% pada hari Selasa. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April juga mengalami kenaikan, mencapai USD 5.177,60, naik 1,1%.
Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior dari Zaner Metals, menyoroti beberapa faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas. "Dolar AS mengalami penurunan, yang memberikan dukungan signifikan. Secara keseluruhan, faktor-faktor makro-fundamental tetap mendukung harga emas. Tentu saja, selama potensi konflik dengan Iran masih membayangi, hal itu juga akan terus memberikan dukungan," ujarnya.
Grant menambahkan, "Ada risiko bahwa volatilitas akan terus berlanjut. Tetapi saya tetap optimis dan berpikir kita akan melihat rekor tertinggi baru sepanjang masa untuk harga emas."
Dolar AS Melemah, Emas Semakin Menarik
Salah satu faktor penting yang berkontribusi pada kenaikan harga emas adalah pelemahan nilai tukar dolar AS. Setelah mengalami kenaikan tajam pada hari Selasa, dolar AS menunjukkan tren penurunan, yang membuat harga emas dalam denominasi dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Melemahnya dolar AS ini memberikan insentif bagi investor global untuk meningkatkan alokasi mereka ke emas. Sebagai aset yang diperdagangkan secara internasional, harga emas sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dolar AS. Ketika dolar AS melemah, emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain karena mereka dapat membeli emas dengan harga yang lebih rendah.
Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah Meningkat
Pemicu utama yang mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan-laporan terbaru menunjukkan bahwa AS dan Israel terus melanjutkan serangan mereka terhadap Iran. Selain itu, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa milisi Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan AS mengenai kemungkinan serangan terhadap pasukan keamanan Iran di wilayah barat negara tersebut.