Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dalam mempercepat transisi energi bersih dengan fokus pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai desa di seluruh nusantara. Inisiatif ambisius ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas listrik bagi masyarakat pedesaan, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya energi terbarukan yang berkelanjutan. Langkah krusial dalam mewujudkan visi ini adalah dengan memastikan pasokan panel surya yang berkualitas dan terjangkau, yang akan dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menarik investasi signifikan senilai USD 1,4 miliar untuk pembangunan pabrik komponen pendukung PLTS, termasuk panel surya. Investasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan ekosistem industri energi surya yang mandiri dan berdaya saing di Indonesia.
"Kami sangat gembira menyambut investasi ini, yang akan menjadi katalisator bagi pengembangan energi surya di Indonesia. Dengan adanya pabrik komponen PLTS berkapasitas besar, kita akan mampu memenuhi kebutuhan panel surya untuk proyek-proyek PLTS di desa-desa, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).
Rosan menjelaskan bahwa investasi tersebut telah terealisasi pada pertengahan tahun 2025 dan saat ini pabrik sedang dalam tahap pembangunan. Pemerintah menargetkan pabrik komponen PLTS tersebut dapat beroperasi penuh pada akhir tahun 2026. Dengan kapasitas produksi mencapai 50 GW, pabrik ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, mampu memenuhi kebutuhan domestik dan bahkan berpotensi untuk ekspor.
"Investasi ini merupakan Foreign Direct Investment (FDI) yang sangat strategis bagi Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja baru, investasi ini juga akan meningkatkan transfer teknologi dan pengetahuan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri energi surya global," tambahnya.
Dengan beroperasinya pabrik komponen PLTS tersebut, pemerintah akan memiliki kemampuan untuk memasok panel surya berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif untuk proyek PLTS di desa-desa. Hal ini akan mempercepat implementasi program elektrifikasi desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Ambisi Besar: Pembangunan 13 GW PLTS Desa
Pemerintah memiliki ambisi besar untuk membangun PLTS di desa-desa di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW). Pada tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan PLTS desa dengan kapasitas 13 GW, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden telah menginstruksikan kami untuk mempercepat pembangunan PLTS di desa-desa. Beliau ingin agar seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah terpencil, dapat menikmati akses listrik yang terjangkau dan berkelanjutan," kata Rosan.