Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), salah satu pemain kunci dalam industri perbankan syariah di Indonesia, tengah gencar mengembangkan bisnis bullion bank atau bank emas sebagai strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan perusahaan sekaligus memperluas jangkauan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini didorong oleh keyakinan bahwa emas, sebagai aset safe haven, memiliki potensi besar untuk menarik minat investor dan nasabah yang semakin sadar akan pentingnya diversifikasi portofolio investasi.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam acara One Year Bullion Business Activity yang diadakan pada Jumat, 6 Maret 2026, mengungkapkan bahwa pengembangan bisnis emas di BSI tidak lepas dari dukungan regulasi yang komprehensif dari pemerintah dan otoritas terkait. Dukungan ini mencakup Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), regulasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
"Keberadaan fatwa yang jelas dan komprehensif sangat krusial dalam bisnis emas syariah. Masyarakat perlu memiliki keyakinan penuh bahwa setiap transaksi emas yang mereka lakukan benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Bagi kami di bank syariah, aspek ini adalah fondasi utama," tegas Anggoro.
Fondasi Kepercayaan dan Pertumbuhan Bisnis Emas BSI
Anggoro menjelaskan bahwa fatwa terkait transaksi emas menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk bullion bank yang ditawarkan oleh BSI. Kepercayaan ini, pada gilirannya, menjadi katalisator bagi pertumbuhan bisnis emas BSI dalam setahun terakhir.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, jumlah nasabah emas yang dikelola oleh BSI mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai sekitar 40 persen. Sementara itu, volume perdagangan emas yang difasilitasi oleh bank sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 4 ton.
"Mungkin angka ini tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan pemain-pemain besar di industri ini. Namun, bagi kami yang baru memulai, angka tersebut sangat signifikan dan menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar," ungkap Anggoro.
Target Ambisius: Transaksi Emas Berpotensi Naik Dua Kali Lipat
BSI juga mencatatkan tren positif pada awal tahun 2026. Dalam dua bulan pertama tahun ini saja, volume transaksi emas telah mencapai sekitar 2,7 ton. Angka ini memberikan indikasi kuat bahwa bisnis emas BSI akan terus berkembang pesat.