Harga emas dunia kembali menunjukkan taringnya di pasar global, mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu lalu. Pemicunya tak lain adalah eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang meningkat secara eksponensial ini telah memicu insting para investor untuk mencari perlindungan dalam aset-aset yang dianggap aman (safe haven), dan emas sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pilihan utama di tengah ketidakpastian.
Kenaikan harga emas ini juga didorong oleh faktor lain, yaitu meredanya reli dolar Amerika Serikat (AS). Setelah mengalami lonjakan tajam yang sempat menekan harga komoditas, dolar AS akhirnya menunjukkan tanda-tanda koreksi, memberikan ruang bagi emas untuk bernapas dan kembali menarik minat para pelaku pasar.
Analisis Pergerakan Harga Emas Terkini
Mengutip laporan dari CNBC pada Kamis, 5 Maret 2026, harga emas spot tercatat mengalami kenaikan sekitar 0,7%, mencapai level USD 5.120,71 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya emas sempat mengalami penurunan tajam lebih dari 4% pada perdagangan Selasa. Fluktuasi harga yang signifikan ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar emas terhadap sentimen geopolitik dan perubahan dalam nilai tukar mata uang.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup dengan kenaikan 0,2% ke level USD 5.134,70 per ons. Data ini menunjukkan bahwa para investor memiliki ekspektasi positif terhadap prospek harga emas dalam jangka pendek, meskipun tetap ada kehati-hatian mengingat volatilitas pasar yang tinggi.
Pandangan Ahli: Faktor Fundamental dan Sentimen Pasar
Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, memberikan pandangannya mengenai faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga emas. Menurutnya, pelemahan dolar AS memberikan dukungan signifikan bagi harga emas.
"Dolar mengalami koreksi sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Secara keseluruhan, faktor fundamental makro masih sangat mendukung emas. Selama perang dengan Iran masih berlangsung, kondisi tersebut juga akan tetap menopang harga emas," ujar Grant.
Pernyataan Grant menyoroti pentingnya faktor fundamental makroekonomi dan sentimen pasar dalam menentukan arah harga emas. Pelemahan dolar AS membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain, karena harga emas menjadi lebih murah dalam mata uang mereka. Selain itu, ketidakpastian geopolitik yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah meningkatkan permintaan akan emas sebagai aset safe haven.