Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H, denyut nadi perekonomian dan sosial masyarakat Indonesia semakin terasa. Mobilitas meningkat, kebutuhan energi melonjak, dan di balik itu semua, ada sebuah komitmen kuat untuk memastikan setiap tetes bahan bakar sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu. PT Elnusa Petrofin (EPN), sebagai bagian integral dari PT Elnusa Tbk (ELSA) dan ekosistem Pertamina, kembali menunjukkan kesiapannya dalam mengemban amanah krusial ini melalui Satuan Tugas Ramadan-Idulfitri (Satgas RAFI) .

Lebih dari sekadar angka dan logistik, Satgas RAFI adalah cerminan semangat gotong royong dan pengabdian tanpa henti. Di tengah gegap gempita persiapan Lebaran, ada para pejuang energi yang rela meninggalkan keluarga demi memastikan roda perekonomian tetap berputar, kendaraan dapat melaju, dan masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan tenang. Elnusa Petrofin, sebagai garda terdepan dalam distribusi energi, memahami betul makna penting dari tugas ini.

Tantangan Geografis dan Komitmen Tanpa Kompromi

Indonesia, dengan bentang alamnya yang luas dan beragam, menyajikan tantangan tersendiri dalam distribusi energi. Pegunungan terjal, lautan luas, dan infrastruktur yang belum merata menjadi rintangan yang harus dihadapi setiap hari. Namun, bagi Elnusa Petrofin, tantangan ini justru menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Direktur Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menekankan bahwa Satgas RAFI bukan sekadar tentang kesiapan armada dan sistem distribusi. Lebih dari itu, ini adalah tentang dedikasi para Awak Mobil Tangki (AMT) yang tetap bertugas saat masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan setiap terisi, setiap bandara memiliki pasokan avtur, dan setiap rumah tangga dapat menikmati energi untuk memasak dan beraktivitas.

Kisah Mulhadi, seorang AMT Elnusa Petrofin yang bertugas di Fuel Terminal Lhokseumawe, adalah salah satu contoh nyata dari komitmen tanpa kompromi ini. Di penghujung tahun lalu, ia sempat terjebak longsor di dataran tinggi Tanah Gayo, Aceh, saat mendistribusikan BBM. Akses jalan terputus dan komunikasi lumpuh akibat bencana membuatnya bersama rekan-rekannya harus bertahan selama tiga hari sebelum berjalan kaki puluhan kilometer menuju titik aman. Pengalaman pahit ini tidak membuatnya patah semangat, justru semakin memperkuat keyakinannya bahwa ketersediaan energi adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar, terutama di masa krisis maupun momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri.

HSSE sebagai Prioritas Utama

Menyadari risiko yang dihadapi dalam setiap operasi, Elnusa Petrofin menjadikan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Satgas RAFI 2026. Setiap AMT dibekali dengan pelatihan keselamatan yang komprehensif, armada mobil tangki menjalani perawatan rutin, dan sistem monitoring Road Traffic Control (RTC) memantau pergerakan setiap kendaraan secara real-time.

"Distribusi energi pada saat momentum Ramadan-Idulfitri adalah misi pelayanan nasional. Kami memastikan seluruh AMT, armada mobil tangki, dan sistem monitoring seperti Road Traffic Control (RTC) beroperasi dalam kondisi optimal. Pengalaman di berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi pembelajaran berharga dalam memperkuat mitigasi risiko dan kesiapan operasional kami," jelas Ferdiansyah.