Jakarta, [Tanggal Revisi] – Badan Pengelola Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, sebagai entitas yang memegang mandat strategis dalam pengelolaan aset negara, tengah menjalankan inisiatif komprehensif untuk melakukan kajian mendalam terhadap seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (). Langkah monumental ini merupakan bagian integral dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan memperkokoh fundamental bisnis BUMN di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Inisiatif audit dan evaluasi menyeluruh ini, yang dipimpin langsung oleh Danantara Indonesia, menandai babak baru dalam pengelolaan aset negara. Dengan fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang, Danantara Indonesia berupaya untuk memastikan bahwa BUMN dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.

Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, menegaskan bahwa evaluasi yang sedang berlangsung ini merupakan bagian tak terpisahkan dari proses konsolidasi manajemen baru dalam pengelolaan aset negara. "Sebagai manajemen baru yang diamanahi tanggung jawab besar dalam mengelola aset negara, kami memiliki kewajiban untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio BUMN," ujar Rohan dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Rohan menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan "governance reset," sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi BUMN agar neraca perusahaan dapat mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel. Dengan kata lain, Danantara Indonesia ingin memastikan bahwa BUMN mencerminkan realitas bisnis yang sebenarnya, tanpa distorsi atau manipulasi yang dapat menyesatkan para pemangku kepentingan.

Fokus Audit: Kebijakan Akuntansi, Kualitas Aset, dan Tata Kelola Risiko

Melalui entitas holding operasionalnya, Danantara Asset Management, Danantara Indonesia secara intensif melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek krusial perusahaan BUMN. Kajian tersebut mencakup spektrum yang luas, mulai dari kebijakan akuntansi yang diterapkan, kualitas dan pencatatan aset yang dimiliki, hingga penguatan sistem tata kelola dan manajemen risiko di lingkungan BUMN.

  1. Kebijakan Akuntansi: Danantara Indonesia menaruh perhatian khusus pada kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh masing-masing BUMN. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan akuntansi tersebut sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, baik standar akuntansi keuangan (SAK) maupun standar akuntansi internasional (IFRS), serta mencerminkan praktik terbaik dalam industri. Selain itu, Danantara Indonesia juga akan meninjau apakah kebijakan akuntansi tersebut telah diterapkan secara konsisten dan transparan oleh seluruh BUMN.

    Kualitas dan Pencatatan Aset: Aspek lain yang menjadi fokus utama dalam audit ini adalah kualitas dan pencatatan aset yang dimiliki oleh BUMN. Danantara Indonesia ingin memastikan bahwa seluruh aset BUMN telah dicatat secara akurat dan lengkap, serta dinilai dengan nilai yang wajar. Evaluasi ini juga mencakup peninjauan terhadap proses pengelolaan aset, termasuk pemeliharaan, perawatan, dan optimalisasi pemanfaatan aset. Dengan memastikan kualitas dan pencatatan aset yang akurat, Danantara Indonesia berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset BUMN.

    Tata Kelola dan Manajemen Risiko: Penguatan sistem tata kelola dan manajemen risiko merupakan pilar penting dalam inisiatif audit BUMN yang dilakukan oleh Danantara Indonesia. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa BUMN telah memiliki sistem tata kelola yang kuat dan efektif, serta mampu mengelola risiko-risiko yang dihadapi secara proaktif dan terukur. Danantara Indonesia akan meninjau struktur organisasi, mekanisme pengambilan keputusan, sistem pengendalian internal, serta proses identifikasi, pengukuran, dan mitigasi risiko di masing-masing BUMN.