Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – China sekali lagi membuktikan dominasinya di kancah ekonomi global dengan merebut kembali posisi sebagai negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia. Gelar ini sebelumnya sempat dipegang oleh Amerika Serikat, namun kini harus diserahkan kembali ke Negeri Tirai Bambu seiring dengan pertumbuhan pesat di sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dan kinerja pasar saham yang menggembirakan.

Data ini terungkap dalam laporan tahunan Hurun Global Rich List yang baru saja dirilis oleh Hurun Group. Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai distribusi global dan tren yang membentuk lanskap ekonomi dunia.

Menurut laporan tersebut, China kini menjadi rumah bagi 1.110 miliarder, dari total 4.020 miliarder yang tersebar di seluruh dunia. Angka ini menegaskan posisi China sebagai kekuatan ekonomi yang tak terbantahkan dan pusat inovasi yang terus berkembang. Kenaikan jumlah miliarder di China juga menandai pemulihan yang signifikan setelah mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Tambahan 287 miliarder baru merupakan bukti ketahanan ekonomi China dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan global.

Peran AI dalam Mencetak Miliarder Baru

Salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan jumlah miliarder di China adalah ledakan teknologi kecerdasan buatan. Sektor ini telah melahirkan sejumlah pengusaha muda dan inovatif yang berhasil memanfaatkan potensi AI untuk menciptakan produk dan layanan baru yang bernilai tinggi.

Laporan Hurun menyoroti beberapa nama baru yang muncul dari sektor AI, termasuk Yan Junjie, pendiri MiniMax, dengan kekayaan diperkirakan mencapai USD 3,6 miliar. MiniMax merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan model bahasa besar dan aplikasi AI lainnya. Selain itu, ada juga Liu Debing, pendiri Knowledge Atlas Technology JSC atau Zhipu, dengan kekayaan sekitar USD 1,2 miliar. Zhipu fokus pada pengembangan platform pengetahuan berbasis AI yang digunakan di berbagai industri.

Keberhasilan para pengusaha AI ini menunjukkan bahwa China tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pemain utama dalam pengembangan dan inovasi AI. Pemerintah China juga memberikan dukungan yang kuat terhadap pengembangan AI, yang semakin memacu pertumbuhan sektor ini.

Pasar Saham Global dan Konsentrasi Kekayaan

Selain AI, kinerja pasar saham global yang positif juga turut berkontribusi pada peningkatan jumlah miliarder di China. Kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan teknologi dan perusahaan-perusahaan lain yang berkinerja baik telah meningkatkan kekayaan para investor dan pemilik saham.