Jakarta – Pemerintah terus berupaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Salah satu strategi yang diandalkan adalah melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) , yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendongkrak konsumsi domestik secara signifikan. Program ini secara resmi diluncurkan pada 6 Maret dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2026, menawarkan berbagai diskon menarik hingga 70% di berbagai pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimismenya terhadap efektivitas program ini dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Menurutnya, sebaran diskon yang masif di toko ritel modern dan mal akan menjadi daya tarik utama bagi konsumen. "Ini sebenarnya sebuah instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan juga meningkatkan konsumsi domestik," ujar Budi saat mengunjungi Foodhall Senayan City, Jakarta, pada Sabtu (7/3/2026).

Program BINA Lebaran 2026 ini tidak hanya sekadar memberikan diskon, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar lebih mencintai dan membeli produk-produk dalam negeri. Dengan demikian, diharapkan industri lokal dapat semakin berkembang dan berdaya saing.

Target Ambisius: Transaksi Rp 53 Triliun

Pemerintah menargetkan transaksi belanja masyarakat selama periode BINA Lebaran 2026 dapat mencapai Rp 53 triliun. Target ini cukup ambisius, namun diyakini realistis mengingat periode belanja yang bertepatan dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). THR merupakan angin segar bagi masyarakat, memberikan tambahan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, termasuk membeli pakaian baru, makanan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan keyakinannya bahwa program BINA Lebaran 2026 akan efektif dalam mencapai target tersebut. "Saya monitor BINA (Lebaran 2026) targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu, dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," kata Airlangga saat berada di Foodhall Senayan City, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).

Airlangga menambahkan, pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini untuk memastikan efektivitasnya dalam mendongkrak perekonomian. Berbagai strategi promosi dan sosialisasi juga akan terus digencarkan untuk menarik minat masyarakat agar berpartisipasi dalam program BINA Lebaran 2026.

Diskon Menggila di Mal: Daya Tarik Utama

Salah satu daya tarik utama dari program BINA Lebaran 2026 adalah besaran diskon yang ditawarkan. Beberapa pusat perbelanjaan bahkan menawarkan diskon hingga 70%, bahkan ada yang berani menjanjikan diskon hingga 80%. Diskon besar-besaran ini tentu saja menjadi magnet bagi konsumen yang ingin berbelanja hemat.