MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Fenomena penyebaran istilah medis yang kurang tepat tengah marak terjadi di platform media sosial belakangan ini. Salah satu kekeliruan yang sering muncul adalah menyamakan dua kondisi serius, yaitu gagal jantung dengan cardiac arrest atau henti jantung.
Kesalahan pemahaman ini berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat mengenai urgensi dan penanganan masing-masing kondisi tersebut. Penting untuk meluruskan persepsi publik mengenai perbedaan antara dua terminologi medis ini.
Untuk memberikan pemahaman yang akurat, pakar di bidang kardiologi angkat bicara mengenai isu ini. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menjadi narasumber utama dalam mengklarifikasi perbedaan krusial ini.
Dr Vito A Damay, SpJP, menegaskan bahwa gagal jantung dan henti jantung adalah dua entitas medis yang secara fundamental berbeda. Kedua kondisi ini memerlukan pemahaman yang tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman fatal.
Dilansir dari detikcom, dr Vito memberikan deskripsi jelas mengenai apa yang dimaksud dengan kondisi gagal jantung. Kondisi ini merujuk pada penurunan fungsi pompa jantung, bukan penghentian total aktivitasnya.
"Gagal jantung, jantung masih bisa berdetak dan memompa darah, tetapi kemampuan pompa menurun atau kapasitasnya berkurang walaupun pompa masih baik," kata dr Vito A Damay, SpJP.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa pada gagal jantung, jantung masih menunjukkan aktivitas elektrik dan mekanik, meskipun efisiensinya sudah menurun drastis. Hal ini berbeda jauh dengan henti jantung yang merupakan kondisi henti total.
Wawancara eksklusif ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Maret 2026, untuk memberikan edukasi medis yang tepat kepada publik yang terpapar informasi simpang siur di dunia maya. Edukasi ini bertujuan meminimalisir kepanikan yang tidak perlu.