MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Gelombang arus balik pasca liburan mulai menunjukkan tren signifikan di jalur penyeberangan Sumatera menuju Jawa. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat volume pergerakan penumpang yang kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera sangat tinggi.
Total perjalanan yang telah terdata mencapai angka fantastis, di mana sebanyak 713.702 orang tercatat telah kembali ke Jawa. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca liburan panjang di wilayah Sumatera.
Angka tersebut merepresentasikan sekitar 79% dari keseluruhan total pemudik yang berangkat dari Jawa menuju Sumatera sebelumnya. Data ini merupakan indikasi kuat mengenai puncak pergerakan arus balik yang sedang berlangsung saat ini.
Sementara itu, pergerakan kendaraan juga menunjukkan tren pemulihan yang serupa, menandakan kepadatan di pelabuhan penyeberangan. Sebanyak 188.559 unit kendaraan telah berhasil menyeberang kembali dari Sumatera menuju Pulau Jawa.
Angka kendaraan yang kembali ini juga setara dengan 79% dari total kendaraan yang sebelumnya melakukan perjalanan mudik dari Jawa ke Sumatera. Hal ini menggarisbawahi bahwa mayoritas pemudik telah menyelesaikan perjalanan pulangnya.
Data spesifik dari Posko Bakauheni memberikan gambaran detail mengenai pergerakan pada periode 24 jam terakhir, yakni pada tanggal 28 Maret 2026 kemarin. Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 111.589 penumpang berhasil menyeberang dari Sumatera ke Jawa.
"Tercatat 111.589 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa, turun 11% dibandingkan tahun lalu sebanyak 125.406 orang," demikian data yang disampaikan oleh pihak terkait. Penurunan jumlah penumpang ini patut dicermati dalam konteks total volume arus balik.
Di sisi lain, pergerakan kendaraan pada periode yang sama menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 29.893 unit pada 28 Maret 2026.
"Sementara total kendaraan mencapai 29.893 unit atau meningkat 3,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 29.839 unit," ungkap sumber data dari Posko Bakauheni. Peningkatan ini menunjukkan adanya sedikit pergeseran dalam pola mobilitas kendaraan pribadi.