Menjelang perayaan Idul Fitri tahun , InJourney Airports, sebagai pengelola bandara-bandara di seluruh Indonesia, tengah bersiap menghadapi lonjakan signifikan jumlah penumpang yang diprediksi akan terjadi selama periode . Guna memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan udara bagi para pemudik, berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, termasuk penyiagaan ribuan personel dan operasional bandara selama 24 jam.

Maya, perwakilan dari InJourney Airports, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan hampir 16 ribu personel yang tersebar di berbagai bandara di seluruh Indonesia. Personel ini akan bertugas untuk memberikan pelayanan optimal kepada para penumpang, mulai dari membantu proses check-in, memberikan informasi penerbangan, hingga menangani berbagai kebutuhan dan keluhan penumpang.

"Kami menyadari bahwa periode mudik Lebaran selalu menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai pengelola bandara. Oleh karena itu, kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk menyiagakan personel yang cukup untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan lancar dan optimal," ujar Maya.

Selain 16 ribu personel yang disiagakan, InJourney Airports juga menyiapkan sekitar 3.000 personel tambahan yang akan bertugas secara bergantian selama 24 jam. Penambahan personel ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang mungkin terjadi di luar jam-jam sibuk normal. Dengan adanya personel tambahan yang siap siaga, diharapkan tidak akan terjadi kekurangan personel yang dapat mengganggu kelancaran operasional bandara.

"Kami memahami bahwa kebutuhan penumpang bisa muncul kapan saja, tidak hanya pada jam-jam sibuk. Oleh karena itu, kami menyiapkan personel tambahan yang akan bertugas secara bergantian selama 24 jam. Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa penumpang selalu mendapatkan pelayanan yang terbaik, kapan pun mereka membutuhkannya," lanjut Maya.

Lebih lanjut, Maya menjelaskan bahwa seluruh bandara yang dikelola oleh InJourney Airports akan beroperasi selama 24 jam selama periode mudik Lebaran, kecuali Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang akan ditutup pada tanggal 19 Maret 2026 karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Keputusan untuk mengoperasikan bandara selama 24 jam ini diambil untuk mengakomodasi kebutuhan penerbangan yang meningkat selama periode mudik Lebaran.

"Kami memahami bahwa permintaan penerbangan selama periode mudik Lebaran sangat tinggi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengoperasikan bandara selama 24 jam, kecuali di Bali pada saat Nyepi. Dengan demikian, kami dapat memberikan lebih banyak pilihan penerbangan kepada para penumpang dan membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka dengan lebih mudah," jelas Maya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, mengungkapkan bahwa pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada hari Sabtu, 14 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelola oleh InJourney Airports diperkirakan akan mencapai 549.554 orang, dengan sekitar 3.616 penerbangan.

"Kami memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 14 Maret 2026. Pada hari itu, kami memperkirakan akan ada lebih dari setengah juta penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui bandara-bandara kami," ungkap Syahir.