Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, persiapan matang tengah digenjot oleh berbagai pihak, terutama yang berkaitan dengan kelancaran arus mudik. Salah satu sektor krusial yang menjadi perhatian utama adalah transportasi udara. InJourney, sebagai holding BUMN yang bergerak di bidang pariwisata dan aviasi, telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat selama periode mudik Lebaran 2026.
Diprediksi, jumlah penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 mencapai angka 9 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi InJourney dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan para pemudik.
Fokus pada 35 Bandara Strategis
Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi di 35 bandara yang dikelola oleh InJourney di seluruh Indonesia. Beberapa bandara utama yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Internasional Juanda (Surabaya), Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali), dan Bandara Internasional Kualanamu (Medan).
Untuk mengantisipasi hal ini, InJourney telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan kapasitas bandara, penambahan personel, hingga koordinasi intensif dengan pihak maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, dan otoritas terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh operasional bandara berjalan lancar dan mampu menampung lonjakan penumpang yang terjadi.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Berdasarkan data dan analisis tren mudik tahun-tahun sebelumnya, InJourney memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada hari Sabtu, 14 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, pergerakan penumpang di 37 bandara diperkirakan mencapai 549.554 orang, dengan sekitar 3.616 penerbangan. Sementara itu, pada hari Minggu, 15 Maret 2026, jumlah penumpang diprediksi mencapai 546.984 orang dengan 3.688 penerbangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi pada puncak arus mudik dan balik, InJourney mengimbau para calon penumpang untuk melakukan persiapan yang matang sebelum berangkat ke bandara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pesan tiket jauh-jauh hari: Pemesanan tiket jauh-jauh hari dapat membantu menghindari kehabisan tiket dan mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
- Lakukan check-in secara online: Check-in online dapat menghemat waktu dan menghindari antrean panjang di konter check-in bandara.
- Datang ke bandara lebih awal: Disarankan untuk datang ke bandara minimal 2-3 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari keterlambatan akibat antrean panjang di security check dan imigrasi.
- Perhatikan barang bawaan: Pastikan barang bawaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melebihi batas berat yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan.
- Siapkan dokumen perjalanan: Pastikan seluruh dokumen perjalanan seperti tiket, kartu identitas, dan visa (jika diperlukan) sudah disiapkan dengan baik.