Pendahuluan

Fenomena bird strike, atau tabrakan antara pesawat terbang dengan burung dan satwa liar lainnya, telah menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan dalam industri penerbangan Indonesia. Data menunjukkan adanya peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir, memicu kekhawatiran serius tentang keselamatan penerbangan dan potensi dampaknya terhadap reputasi penerbangan nasional. Isu ini bukan hanya menjadi perhatian maskapai penerbangan, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem penerbangan, termasuk regulator, pengelola bandara, dan pihak terkait lainnya.

Peningkatan Kasus Bird Strike: Sebuah Tren yang Mengkhawatirkan

CEO Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya mengenai tren peningkatan kasus bird strike di Indonesia. Dalam forum diskusi (Aviation Sharing Session) yang melibatkan operator penerbangan dan stakeholder terkait di pada tanggal 5 Maret , Daniel menyoroti perlunya keterlibatan aktif dari semua pihak dalam upaya mitigasi insiden ini.

Data internal Lion Group menunjukkan bahwa meskipun jumlah kasus bird strike relatif minimal dari tahun 2012 hingga 2021, tren tersebut mulai berubah secara signifikan sejak tahun 2022. Peningkatan tajam terjadi pada tahun 2023, diikuti penurunan sementara pada tahun 2024. Namun, penurunan ini tampaknya hanya bersifat sementara, karena pada tahun 2025, jumlah kejadian justru mencapai titik tertinggi selama periode tersebut. Pada tahun 2026, insiden bird strike masih terus terjadi, mengindikasikan bahwa masalah ini belum tertangani secara efektif.

Tren peningkatan insiden bird strike ini tidak hanya dialami oleh Lion Group, tetapi juga diakui oleh maskapai penerbangan lainnya di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini bersifat sistemik dan memerlukan solusi yang komprehensif.

Dampak Bird Strike Terhadap Keselamatan dan Keuangan

Insiden tabrakan pesawat dengan burung dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan ringan hingga yang paling fatal. Kerusakan ringan dapat berupa penyok pada badan pesawat atau kerusakan pada bilah kipas mesin, yang memerlukan perbaikan dan penggantian suku cadang. Kerusakan yang lebih serius dapat menyebabkan gangguan pada sistem pesawat, seperti sistem hidrolik atau sistem kelistrikan, yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Risiko paling ekstrem dari bird strike adalah kegagalan mesin, yang dapat menyebabkan pesawat kehilangan daya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Meskipun jarang terjadi, insiden bird strike yang menyebabkan kecelakaan fatal telah terjadi di masa lalu, dan menjadi pengingat akan seriusnya ancaman ini.