Kenaikan harga minyak dunia, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap beban subsidi energi di Indonesia. Pertanyaan krusial yang muncul adalah, seberapa besar kenaikan harga minyak ini akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia, mengingat subsidi energi merupakan komponen penting dalam kebijakan ekonomi negara?
Septian Hario Seto, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menyoroti perlunya kewaspadaan dan analisis mendalam terhadap perkembangan harga minyak dunia. Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak lebih lanjut. Namun, dampak terhadap subsidi energi sangat bergantung pada keberlanjutan dan tingkat kenaikan harga minyak tersebut.
"Ya mangkanya harus perlu dilihat. Sustain enggak? Apakah (harga minyak dunia) naiknya tinggi terus?," ujar Seto, menekankan pentingnya pemantauan jangka pendek dan menengah untuk memahami tren harga minyak dan implikasinya terhadap APBN.
Dinamika Harga Minyak Dunia dan Implikasinya Terhadap APBN
Harga minyak mentah Brent, yang merupakan salah satu tolok ukur utama harga minyak dunia, sempat menyentuh level USD 78,2 per barel. Angka ini melampaui asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel. Selisih ini memunculkan potensi risiko terhadap APBN, karena pemerintah harus menanggung selisih harga untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri melalui mekanisme subsidi.
Namun, Septian Hario Seto mengingatkan bahwa fluktuasi harga minyak adalah hal yang wajar, dan kenaikan harga akibat konflik geopolitik seringkali bersifat sementara. Pengalaman dari konflik Rusia-Ukraina dan serangan Israel ke Iran menunjukkan bahwa harga minyak dapat melonjak tajam dalam jangka pendek, tetapi kemudian kembali turun setelah ketegangan mereda.
"Kalau kita lihat kemarin perang Rusia, Ukraina, atau kemarin yang tahun lalu serangan Israel ke Iran, kan sempat naik tapi langsung turun lagi. Jadi kita lihat lah. Mungkin satu minggu ke depan," jelasnya.
Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa minggu mendatang untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tren harga dan potensi dampaknya terhadap APBN. Analisis yang cermat akan memungkinkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengelola subsidi energi dan menjaga stabilitas fiskal negara.
Ancaman Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Logistik