Jakarta – Di tengah pusaran perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terpusat di ibukota Jakarta, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. mengambil langkah strategis untuk mendemokratisasikan akses dan pengetahuan tentang AI ke seluruh pelosok negeri. Melalui inisiatif ambisius bertajuk "AI Empower Indonesia," Telkom berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan literasi AI dengan melatih belasan ribu talenta lokal dari berbagai penjuru Indonesia, membentang dari Medan hingga Papua. Langkah ini diharapkan dapat memecah dominasi Jakarta dalam pengembangan dan penerapan AI, sekaligus menciptakan ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh industri AI saat ini adalah tingginya biaya pengembangan dan implementasi AI, serta kelangkaan pakar AI yang berkualitas. Kondisi ini menciptakan kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang AI.

Menyadari tantangan tersebut, Telkom memilih jalur strategis pengembangan talenta lokal sebagai solusi jangka panjang. Melalui program "AI Campus" dan "AI Connect," Telkom berupaya membangun fondasi yang kuat bagi pengembangan AI di Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penciptaan ekosistem yang kondusif bagi inovasi AI.

"Kami tidak ingin AI hanya dinikmati oleh segelintir orang di Jakarta," tegas Komang dalam pemaparannya yang berlangsung di Jakarta, Senin (2 Maret ). "Kami membangun sembilan AI Center di berbagai kota strategis di Indonesia, seperti Jogja, Malang, Makassar, Medan, Bandung, hingga Denpasar dan bahkan Papua. Tujuannya adalah untuk mendekatkan akses terhadap pelatihan dan pengembangan AI kepada talenta-talenta potensial di seluruh Indonesia."

Komang menambahkan bahwa yang dilakukan Telkom dalam pengembangan talenta AI telah membuahkan hasil yang menggembirakan. "Saat ini, kami telah berhasil mendidik lebih dari 16.000 talenta AI dari berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian. Selain itu, kami juga telah menerbitkan lebih dari 5.000 sertifikasi global di bidang AI, yang membuktikan bahwa talenta-talenta Indonesia memiliki kompetensi yang setara dengan para ahli AI di tingkat internasional."

Inisiatif "AI Campus" merupakan salah satu pilar utama dari program "AI Empower Indonesia." Melalui program ini, Telkom menjalin kerja sama strategis dengan 10 universitas terkemuka di Indonesia. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penelitian bersama di bidang AI, program magang bagi mahasiswa dan dosen, hingga komersialisasi produk AI hasil riset kampus untuk ditawarkan ke pasar industri.

Komang meyakini bahwa perguruan tinggi merupakan sumber utama produksi talenta AI yang berkualitas. Oleh karena itu, penting untuk menghubungkan perguruan tinggi secara langsung dengan kebutuhan pasar dan industri. "Kami melihat bahwa kampus-kampus di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan inovasi-inovasi AI yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Melalui program ‘AI Campus,’ kami berupaya untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan dunia industri, sehingga inovasi-inovasi AI yang dihasilkan oleh kampus dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," jelas Komang.

Lebih lanjut, Komang menjelaskan bahwa setiap kampus memiliki tingkat kematangan yang berbeda dalam pengembangan AI. "Ada kampus yang sudah mampu menghasilkan produk AI yang siap untuk dikomersialisasikan, dan ada juga kampus yang masih dalam tahap pengembangan modul dan kurikulum AI. Kami merangkul semua kampus, tanpa memandang tingkat kematangannya, agar terjadi transfer pengetahuan dan kolaborasi yang saling menguntungkan."

Telkom menyadari bahwa pengembangan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang sumber daya manusia. Oleh karena itu, Telkom tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga pada pengembangan soft skills, seperti kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan komunikasi. Telkom juga memberikan dukungan mentoring dan coaching kepada para peserta program, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal.