MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA), Claudio Tapia, kini secara resmi menghadapi dakwaan hukum terkait dugaan tindak pidana keuangan serius. Kasus ini berpusat pada tuduhan penggelapan pajak serta penyalahgunaan dana jaminan sosial yang dikelola oleh federasi.

Keputusan hukum ini menandai babak baru dalam investigasi yang menyeret nama-nama petinggi olahraga Argentina tersebut. Selain Tapia, beberapa pejabat senior AFA lainnya turut terseret dalam jeratan hukum yang sama.

Informasi mengenai perkembangan ini didapatkan dari laporan media lokal yang memantau jalannya proses peradilan. Kasus ini telah memicu perhatian luas mengenai tata kelola keuangan di salah satu federasi sepak bola terbesar di Amerika Selatan.

Hakim Diego Amarante adalah otoritas peradilan yang secara resmi mengeluarkan dakwaan terhadap Claudio Tapia dan jajaran direksi AFA. Langkah ini diambil setelah melalui serangkaian pemeriksaan mendalam terhadap laporan keuangan federasi.

Dilansir dari Buenos Aires Times, Hakim Amarante telah memerintahkan penyitaan dan pembekuan aset sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. Pembekuan aset ini mencakup jumlah yang signifikan dari keuangan federasi dan para individu terkait.

Secara spesifik, nilai aset yang dibekukan mencapai angka 350 juta peso Argentina. Angka ini setara dengan kurang lebih Rp 4,2 miliar, menunjukkan besarnya potensi kerugian negara akibat dugaan penggelapan tersebut.

"Claudio Tapia, Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA), resmi didakwa pengadilan," dilansir dari Buenos Aires Times. Tuduhan utama yang dihadapi adalah menggelapkan pajak dan dana jaminan sosial federasi.

Organisasi AFA sendiri juga turut didakwa sebagai badan hukum dalam kasus ini, menunjukkan bahwa masalah ini merambah struktur kelembagaan. Pembekuan aset juga diterapkan pada organisasi sepak bola tersebut sebagai langkah antisipatif.

Selain Tapia, beberapa nama penting lainnya dari jajaran eksekutif AFA ikut menghadapi konsekuensi hukum yang sama. Hal ini menegaskan bahwa dugaan pelanggaran melibatkan jaringan pejabat tinggi dalam struktur administrasi sepak bola Argentina.