Pasar kacamata pintar, yang dulunya dianggap sebagai ceruk teknologi futuristik, kini mengalami lonjakan minat dan investasi. Meta, dengan produk Ray-Ban Stories dan lini Meta Quest, saat ini memegang kendali dominan. Namun, raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung, menunjukkan keseriusan yang semakin besar untuk menggoyang singgasana tersebut. Dengan inovasi yang terencana dengan matang dan pendekatan strategis yang unik, Samsung berpotensi menjadi pesaing utama di arena yang berkembang pesat ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep kacamata pintar telah berevolusi dari sekadar aksesori trendi menjadi perangkat multifungsi yang mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari. Kacamata pintar modern menawarkan berbagai fitur, termasuk kemampuan untuk mengambil foto dan video, mendengarkan musik, melakukan panggilan telepon, dan bahkan menampilkan informasi augmented reality (AR) langsung di depan mata pengguna.
Momentum di pasar kacamata pintar ini tidak luput dari perhatian Samsung. Perusahaan telah lama dikabarkan mengembangkan perangkat serupa, dan detail baru tentang ambisi mereka baru-baru ini muncul dari eksekutif puncak perusahaan. Pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Jay Kim, Wakil Presiden Eksekutif Samsung untuk divisi mobile, memberikan petunjuk menarik tentang visi perusahaan untuk kacamata pintar masa depan.
Salah satu detail paling menarik yang terungkap adalah bahwa kacamata pintar Samsung akan dilengkapi dengan kamera internal yang ditempatkan sejajar dengan mata pengguna. Penempatan kamera yang strategis ini menunjukkan fokus pada pengalaman pengguna yang imersif dan intuitif. Dengan kamera yang terletak di posisi yang alami, pengguna dapat dengan mudah mengambil foto dan video dari perspektif orang pertama, seolah-olah mereka melihat langsung dengan mata mereka sendiri.
Rumor yang beredar sebelumnya menunjukkan bahwa kamera tersebut kemungkinan akan menggunakan sensor CMOS Sony IMX681 dengan resolusi 12MP. Sensor ini dikenal karena kemampuannya menghasilkan gambar berkualitas tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan. Jika rumor ini benar, kacamata pintar Samsung akan mampu menghasilkan foto dan video yang tajam, jernih, dan detail, menjadikannya alat yang berharga untuk mengabadikan momen-momen penting dalam hidup.
Namun, yang lebih menarik adalah pendekatan Samsung terhadap pemrosesan data. Alih-alih memproses data secara lokal di kacamata pintar, perangkat tersebut akan terhubung ke ponsel pengguna, yang kemudian akan menangani sebagian besar pemrosesan. Pendekatan ini memiliki beberapa keuntungan. Pertama, mengurangi beban pemrosesan pada kacamata pintar, sehingga memungkinkan desain yang lebih ringan dan ramping. Kedua, memungkinkan penggunaan daya yang lebih efisien, yang dapat memperpanjang masa pakai baterai perangkat. Ketiga, memungkinkan kacamata pintar untuk memanfaatkan kekuatan pemrosesan yang lebih besar dari ponsel, sehingga membuka pintu untuk fitur dan aplikasi yang lebih canggih.
Salah satu pertanyaan terbesar yang masih belum terjawab adalah apakah kacamata pintar Samsung akan dilengkapi dengan layar terintegrasi, seperti yang ditemukan pada Meta Ray-Ban Display Glasses. Layar terintegrasi dapat memungkinkan kacamata pintar untuk menampilkan informasi AR, notifikasi, dan konten visual lainnya langsung di depan mata pengguna. Namun, Jay Kim menolak untuk memberikan konfirmasi atau bantahan mengenai hal ini.
Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa Samsung memiliki perangkat lain bagi pengguna yang membutuhkan layar. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa kacamata pintar Samsung kemungkinan tidak akan dibekali layar terintegrasi. Sebaliknya, Samsung mungkin berfokus pada pengembangan kacamata pintar yang lebih ringan, lebih ringkas, dan lebih terjangkau yang menekankan pada fungsi inti seperti pengambilan foto dan video, serta konektivitas ke ponsel.
Strategi ini dapat membantu Samsung membedakan diri dari pesaing seperti Meta, yang telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi layar AR. Dengan berfokus pada fungsi inti dan konektivitas ponsel, Samsung dapat menargetkan pasar yang lebih luas dari konsumen yang mencari kacamata pintar yang praktis, mudah digunakan, dan terjangkau.