Kemunculan "Pickmon" di platform Steam baru-baru ini telah memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas gamer. Game survival open world ini, yang dikembangkan oleh PocketGame dan diterbitkan oleh NetworkGo, menawarkan premis yang menggabungkan elemen-elemen familiar dari berbagai franchise populer, seperti "Pokémon," "Palworld," dan bahkan sedikit sentuhan "The Legend of Zelda." Namun, perpaduan ini justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah "Pickmon" adalah sebuah inovasi yang cerdas, atau sekadar tiruan mentah yang memanfaatkan popularitas game lain?

Inti dari gameplay "Pickmon" terletak pada mekanisme pengumpulan monster. Pemain menjelajahi dunia luas yang penuh dengan makhluk-makhluk unik yang disebut "Pickmon." Makhluk-makhluk ini dapat ditangkap menggunakan kartu khusus, yang kemudian menjadi sekutu setia pemain dalam berbagai aktivitas. Mulai dari pertempuran melawan musuh dan monster lain, hingga membantu dalam pekerjaan pertanian dan pembangunan markas, Pickmon menjadi elemen krusial dalam keberlangsungan hidup pemain di dunia yang keras ini.

Namun, di sinilah letak kontroversi utama. Visual dan desain karakter Pickmon secara mencolok mengingatkan pada franchise-franchise terkenal. Beberapa Pickmon memiliki kemiripan yang mencolok dengan Pokémon ikonik seperti Pikachu, Charizard, dan Lucario. Lebih jauh lagi, karakter utama dalam game ini memiliki tampilan yang sangat mirip dengan Link dari "The Legend of Zelda," dengan pakaian hijau dan topi khasnya.

Kemiripan ini tidak luput dari perhatian komunitas gamer. Forum-forum online dan media sosial dibanjiri dengan komentar dan perbandingan yang menunjukkan betapa dekatnya desain Pickmon dengan karakter-karakter populer dari game lain. Beberapa pengguna bahkan bercanda bahwa "Pickmon" adalah "super mashup" dari berbagai franchise populer, sementara yang lain mengekspresikan kekecewaan dan kekhawatiran tentang potensi pelanggaran hak cipta.

"Pickmon bukan hanya menjiplak tugas Pokémon: Ia juga menjiplak Breath of the Wild dan Palworld," tulis GameSpot dalam sebuah artikel yang mengkritik game tersebut. Komentar pedas ini mencerminkan sentimen yang berkembang di kalangan gamer yang merasa bahwa "Pickmon" terlalu bergantung pada ide-ide yang sudah ada dan kurang memiliki orisinalitas.

Tentu saja, inspirasi dan inovasi adalah dua hal yang berbeda. Banyak game yang mengambil inspirasi dari game lain, dan ini adalah hal yang wajar dalam industri kreatif. Namun, "Pickmon" tampaknya melampaui batas inspirasi dan memasuki wilayah plagiarisme, setidaknya dalam pandangan beberapa pihak.

Selain desain karakter, elemen gameplay "Pickmon" juga menunjukkan pengaruh yang kuat dari game lain. Aspek survival crafting, yang memungkinkan pemain membangun markas, mengumpulkan sumber daya, dan membuat peralatan, sangat mirip dengan "Palworld," game survival monster collecting yang juga tengah populer. Kemampuan Pickmon untuk membantu dalam pertanian dan pengelolaan markas juga mengingatkan pada mekanisme serupa dalam "Palworld."

Dunia "Pickmon" sendiri digambarkan sebagai benua luas yang belum dipetakan, penuh dengan peradaban kuno dan misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Pemain dapat menjelajahi dunia ini secara solo atau bersama teman-teman dalam mode multiplayer. Sistem base building memungkinkan pemain untuk merancang dan membangun rumah untuk diri mereka sendiri dan tim Pickmon mereka, serta mendirikan pertanian untuk mengamankan pasokan makanan.

Namun, di balik permukaan yang tampak menjanjikan, ada pertanyaan tentang pengalaman dan kredibilitas pengembang dan penerbit "Pickmon." PocketGame, pengembang game ini, tampaknya belum memiliki rilis lain di Steam. Ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan studio tersebut untuk mengembangkan dan memelihara game yang kompleks seperti "Pickmon."