Santiago, Chile – Valorant Champions Tour (VCT) Masters Santiago memasuki babak krusial. Kompetisi yang mempertemukan 12 tim VALORANT terbaik dari berbagai penjuru dunia – Amerika, EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), dan Pasifik – kini semakin memanas dengan persaingan ketat di babak playoff. Ajang bergengsi ini menjadi panggung pertarungan para jawara untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik di awal musim kompetisi.

Dengan total hadiah menggiurkan sebesar 1 juta dolar AS (sekitar 16,8 miliar Rupiah), setiap tim yang berlaga di Espacio Riesco, Santiago, Chile, memberikan performa terbaiknya. VCT Masters Santiago 2026, yang berlangsung dari tanggal 28 Februari hingga 15 Maret 2026, menjadi ajang pembuktian strategi, kerja sama tim, dan kemampuan individu para pemain profesional VALORANT.

Namun, di tengah sengitnya persaingan, dua tim yang sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat juara, FURIA dan Gentle Mates, harus rela mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat. Kekalahan di babak lower bracket memaksa kedua tim untuk angkat koper, memupuskan harapan mereka untuk meraih trofi juara di kalender VCT 2026. Tersingkirnya FURIA dan Gentle Mates semakin membuka peluang bagi tim-tim lain untuk bersinar dan membuktikan dominasi mereka di panggung VALORANT internasional.

FURIA Terjungkal di Hadapan Keperkasaan BBL Esports

Tim asal Brasil, FURIA, harus mengubur impian mereka untuk menjuarai Masters Santiago setelah dikalahkan oleh tim asal Turki, BBL Esports, di babak lower bracket. Pertandingan eliminasi yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan skor tipis 1-2 untuk kemenangan BBL Esports. Hasil ini menempatkan FURIA di posisi 7-8, sebuah pencapaian yang mengecewakan bagi tim yang datang dengan ekspektasi tinggi.

Sebelum terjerumus ke lower bracket, FURIA sempat memberikan perlawanan sengit kepada Paper Rex di awal babak playoff. Meskipun menunjukkan performa yang menjanjikan, FURIA harus mengakui keunggulan tim asal Pasifik tersebut dengan skor 1-2. Sebagai tim unggulan pertama dari wilayah Amerika, FURIA sebenarnya memiliki keuntungan untuk langsung melaju ke babak playoff, namun performa mereka di babak gugur ternyata tidak cukup untuk mengantarkan mereka ke tangga juara.

Pertandingan melawan BBL Esports menjadi mimpi buruk bagi FURIA. Di peta pertama, Haven, BBL Esports mendominasi permainan dan mengamankan kemenangan dengan skor 13-7. FURIA sempat memberikan harapan dengan membalas di peta kedua, Breeze, dengan kemenangan 13-10. Namun, di peta penentuan, Abyss, BBL Esports tampil lebih solid dan berhasil menutup pertandingan dengan skor 13-11.

Kesalahan fatal yang dilakukan oleh Daniel "eeiu" Vucenovic dari FURIA menjelang babak overtime menjadi sorotan utama. Kesalahan tersebut dinilai menjadi titik balik yang merugikan timnya dan membuka jalan bagi BBL Esports untuk mengamankan kemenangan. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi FURIA, yang harus kembali berbenah untuk menghadapi tantangan di turnamen-turnamen VALORANT berikutnya.

Perlawanan Gentle Mates Kandas di Tangan All Gamers