MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Perceraian Bill Gates dan Melinda French yang mengakhiri 27 tahun pernikahan mereka kini kembali menjadi sorotan publik. Keretakan rumah tangga pendiri Microsoft tersebut diketahui dipicu oleh adanya isu perselingkuhan yang terjadi di masa lalu.
Informasi mengenai dinamika hubungan tersebut muncul berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat. Hal ini dilansir dari Fortune pada Sabtu (21/3/2026).
"Jeffrey Epstein diketahui menanggung biaya hidup serta pendidikan Mila Antonova, seorang pemain bridge asal Rusia yang sempat menjalin hubungan dengan Bill Gates," tulis kutipan berdasarkan dokumen email Departemen Kehakiman.
Mila Antonova sendiri merupakan sosok yang menjadi pusat perhatian dalam pengungkapan kasus ini. Hubungannya dengan Gates disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membebani pernikahan sang miliarder hingga akhirnya berujung pada perceraian.
Awal mula perkenalan antara Epstein dan Antonova kabarnya difasilitasi oleh Boris Nikolic. Saat itu, Nikolic memegang posisi strategis sebagai kepala penasihat sains untuk Gates Foundation yang dikelola oleh Bill dan Melinda.
"Boris Nikolic tidak hanya menjabat di Gates Foundation, tetapi juga berperan penting dalam perusahaan investasi pribadi milik Gates yang bernama Bgc3," tulis keterangan dalam laporan tersebut mengenai posisi sang penasihat.
Hubungan antara Nikolic dan Epstein ternyata berlangsung cukup intens dalam kurun waktu yang lama. Keduanya tercatat aktif berkomunikasi melalui surat elektronik secara rutin mengenai berbagai hal.
"Nikolic merupakan salah satu koresponden Epstein yang paling sering, di mana keduanya saling bertukar ribuan email dalam dekade antara tahun 2009 hingga kematian Epstein pada 2019," ungkap keterangan resmi dari Departemen Kehakiman.
Pengungkapan ini memberikan gambaran lebih luas mengenai jejaring sosial Jeffrey Epstein yang melibatkan tokoh-tokoh besar di industri teknologi. Kasus ini tetap menjadi perhatian global sebagai bagian dari perkembangan situasi mengenai integritas tokoh publik dunia.