DJI, nama besar yang identik dengan inovasi di dunia drone, kini memasuki arena baru: smart home. Perusahaan teknologi asal Tiongkok ini secara resmi meluncurkan lini robot vacuum cleaner terbarunya, DJI Romo, yang menjanjikan standar baru dalam kebersihan rumah. Dengan memanfaatkan keahlian DJI dalam navigasi presisi dan teknologi sensor canggih yang biasa ditemukan pada drone, Romo hadir untuk merevolusi cara kita membersihkan rumah.

Langkah DJI ke pasar robot vacuum bukan tanpa alasan. Menurut Victor Jap, Product Specialist DJI, terdapat sinergi yang kuat antara teknologi drone dan robot pembersih, terutama dalam hal kemampuan obstacle sensing atau pendeteksian rintangan. "Kami punya teknologi itu, yaitu obstacle sensing yang biasanya ada di drone. Saat ini, drone DJI semakin sulit ditabrakkan karena sensornya yang canggih, termasuk penggunaan Lidar," jelas Victor dalam acara peluncuran di Jakarta.

Problem klasik yang sering dihadapi pengguna robot vacuum konvensional adalah robot yang tersangkut pada benda-benda kecil seperti kabel, mainan anak-anak, atau bahkan furniture ringan. Hal ini tidak hanya mengganggu proses pembersihan, tetapi juga berpotensi merusak robot itu sendiri atau barang-barang yang dilindasnya. DJI Romo hadir untuk mengatasi masalah ini dengan teknologi obstacle sensing yang tak tertandingi.

DJI Romo dilengkapi dengan sistem pendeteksi rintangan yang sangat presisi, mampu mendeteksi objek setipis 2 milimeter. Sistem ini mengandalkan kombinasi dua wide-angle camera, fish-eye vision sensor, dan teknologi Lidar (Light Detection and Ranging). Kombinasi ini memungkinkan Romo untuk memetakan lingkungan sekitar secara detail dan menghindari rintangan dengan sangat akurat. Bahkan, Romo dibekali depth sensor yang memungkinkan robot memprediksi apakah ia dapat melewati kolong furnitur tertentu sebelum mencoba melewatinya. Fitur ini sangat berguna untuk mencegah robot terjebak di tempat-tempat sempit.

Namun, kecanggihan DJI Romo tidak hanya berhenti pada kemampuan navigasi. Performa pembersihan juga menjadi fokus utama dalam pengembangan robot vacuum ini. Seri flagship DJI Romo P dibekali daya hisap (suction power) hingga 25.000 Pascal (Pa), yang diklaim sebagai salah satu yang terkuat di kelasnya. Meskipun demikian, Victor Jap menekankan bahwa kekuatan hisap bukan satu-satunya faktor penentu efektivitas pembersihan. Manajemen aliran udara juga sangat penting.

"Banyak yang mengklaim suction kuat, tapi desainnya kurang baik sehingga debu keluar lagi. DJI memiliki airflow hingga 20 liter per detik, memastikan partikel yang terhisap tidak kembali ke udara," jelas Victor. Dengan desain aliran udara yang optimal, DJI Romo mampu menangkap debu dan kotoran secara efektif dan mencegahnya kembali beterbangan di udara.

Inovasi lain yang disematkan pada DJI Romo adalah dual anti-tangle roller brush. Masalah rambut yang melilit pada sikat robot adalah keluhan umum di kalangan pengguna robot vacuum. DJI Romo mengatasi masalah ini dengan desain sikat yang unik, di mana rambut yang tersapu akan otomatis terarah masuk ke lubang hisap tanpa menggumpal di as sikat. Fitur ini tidak hanya mempermudah perawatan robot, tetapi juga menjaga efisiensi pembersihan.

DJI Romo juga dirancang untuk menjangkau area-area yang sulit dijangkau oleh robot vacuum konvensional, seperti sudut ruangan dan pinggiran furnitur. Untuk itu, DJI Romo dilengkapi dengan dual extendable robotic arm. Lengan mekanis ini dapat memanjang keluar dari bodi robot untuk menyapu area-area tersebut dengan cakupan area yang diklaim mendekati 100%.

Sistem pembersihan DJI Romo juga dirancang secara sistematis. Pengguna dapat memilih mode "vacuum dulu baru mopping" untuk menghindari debu kering bercampur air yang dapat membuat lantai semakin kotor. Untuk fungsi pel (mopping), robot ini memberikan tekanan hingga 12 Newton, yang cukup kuat untuk mengangkat noda membandel yang biasanya sulit dibersihkan oleh robot vacuum biasa.