Rumor mengenai perangkat iPhone Fold, ponsel layar lipat pertama dari Apple, kembali menghangat di kalangan penggemar teknologi. Kabar terbaru mengindikasikan bahwa Apple tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi layar serupa dengan yang akan diimplementasikan pada Oppo Find N6, perangkat foldable yang dijadwalkan meluncur pada 17 Maret 2026. Langkah ini dipandang sebagai upaya Apple untuk menghadirkan pengalaman layar lipat yang lebih mulus dan minim bekas lipatan, sebuah tantangan utama dalam pengembangan teknologi foldable.
Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh Digital Chat Station (DCS), seorang tipster ternama yang memiliki reputasi baik dalam memberikan bocoran akurat mengenai perangkat-perangkat yang belum dirilis. Melalui akun Weibo miliknya, DCS mengklaim bahwa Apple berpotensi mengadopsi pendekatan teknologi layar yang sama dengan yang digunakan pada HP foldable terbaru Oppo. Hal ini mengisyaratkan bahwa Apple tengah berupaya untuk bersaing secara agresif di pasar ponsel lipat yang semakin berkembang, dengan fokus pada kualitas dan inovasi tampilan.
DCS menjelaskan bahwa teknologi layar minim lipatan yang akan digunakan pada Oppo Find N6 bukanlah hasil pengembangan satu perusahaan tunggal, melainkan merupakan hasil kolaborasi dari sejumlah manufaktur global terkemuka. Keterlibatan berbagai perusahaan dalam pengembangan teknologi ini menunjukkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam menciptakan layar lipat yang ideal.
Beberapa perusahaan yang disebut terlibat dalam kolaborasi ini antara lain Lead Intelligent Equipment, Amphenol, BLT, dan Samsung. Keempat perusahaan ini memiliki keahlian khusus di bidangnya masing-masing dan berkontribusi dalam menciptakan solusi layar lipat yang inovatif. Lead Intelligent Equipment, misalnya, dikenal sebagai produsen peralatan manufaktur cerdas yang berperan penting dalam proses produksi layar. Amphenol, di sisi lain, merupakan perusahaan global yang специализируется dalam desain, manufaktur, dan pemasaran konektor listrik, elektronik, dan serat optik, serta sistem interkoneksi. BLT (Beijing Lead Technology) kemungkinan berperan dalam pengembangan material dan teknologi terkait layar fleksibel. Sementara itu, Samsung, sebagai salah satu produsen layar terkemuka di dunia, diyakini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan panel layar fleksibel yang digunakan pada Oppo Find N6.
Kolaborasi antara perusahaan-perusahaan ini memungkinkan penggabungan teknologi presisi engsel dengan panel layar fleksibel, menghasilkan layar lipat dengan bekas lipatan yang jauh lebih halus dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi engsel yang canggih memainkan peran krusial dalam meminimalkan tekanan pada layar saat dilipat, sehingga mengurangi potensi terbentuknya bekas lipatan yang terlihat. Sementara itu, panel layar fleksibel yang berkualitas tinggi memastikan ketahanan dan fleksibilitas layar saat digunakan dalam kondisi terlipat maupun terbuka.
Digital Chat Station juga menambahkan bahwa sebagian besar manufaktur yang terlibat dalam pengembangan teknologi layar HP Oppo Find N6 kemungkinan juga terlibat dalam pengembangan HP lipat dari produsen internasional lainnya. Hal ini menunjukkan adanya potensi sinergi dan transfer teknologi antara berbagai perusahaan di industri ponsel lipat. Meskipun DCS tidak menyebutkan nama secara langsung, banyak pihak menduga bahwa perusahaan yang dimaksud adalah Apple. Dugaan ini semakin kuat karena Samsung kabarnya menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan layar lipat untuk iPhone Fold. Keterlibatan Samsung dalam pengembangan layar lipat untuk Apple akan menjadi langkah strategis bagi kedua perusahaan, mengingat Samsung memiliki pengalaman dan keahlian yang luas dalam teknologi layar lipat.
Rumor mengenai iPhone Fold semakin diperkuat dengan bocoran lain yang datang dari unggahan akun Fixed-focus digital camera di Weibo pada 25 Februari lalu. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan bahwa layar iPhone Fold sudah mulai memasuki tahap produksi. Informasi ini mengindikasikan bahwa Apple semakin serius dalam mengembangkan perangkat layar lipatnya dan mungkin akan segera merilisnya dalam waktu dekat.
Menurut rumor yang beredar, layar lipat iPhone Fold akan memiliki garis lipatan dengan ukuran kurang dari 0,15mm. Meskipun belum sepenuhnya menghilangkan bekas lipatan, kedalaman crease yang tipis akan menjadi peningkatan signifikan dibandingkan sebagian besar ponsel lipat di pasaran saat ini. Upaya Apple untuk meminimalkan bekas lipatan pada layar iPhone Fold menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan pengalaman visual yang optimal bagi penggunanya.
iPhone Fold diperkirakan akan diluncurkan pada bulan September bersamaan dengan jajaran iPhone 18 Pro. Dikatakan akan menawarkan layar dalam 7,8 inci bersama dengan layar penutup 5,49 inci. Ukuran layar yang besar ini akan memberikan pengalaman multimedia yang imersif bagi pengguna, sementara layar penutup yang lebih kecil akan memungkinkan pengguna untuk mengakses notifikasi dan melakukan tugas-tugas ringan tanpa harus membuka layar utama. Kombinasi antara layar besar dan layar penutup yang praktis akan menjadikan iPhone Fold sebagai perangkat yang serbaguna dan fungsional.